RADARPEKANBARU- Lahan Seluas 20 Ha berisikan tanaman kelapa sawit terletak di desa Terantang Manuk kecamatan Pangkalan Kuras sesuai dengan putusan pengadilan bahwa lahan tersebut diperuntukan kepada Pemerintah Daerah melalui pemerintah kecamatan Pangkalan Kuras namun didalam pelaksanaanya dilapangan diduga tidak jelas peruntukanya. Dugaan lahan tersebut didasari oleh bahwa kebun tersebut dikelolah, buahnya dibeli buahnya sendiri oleh oknum honorer bernama Rosyid tanpa ada tim pengawasan sehingga sangat mudah bagi Rosyid untuk berlaku curang.
Hal itu diungkapkan oleh Nolis Hadis SH, Tokoh Pemuda Kabupaten Pelalawan, salah satu pejuang untuk mendapatkan lahan tersebut kembali setelah sempat lama dikuasai oknum.
" Lahan itu adalah pemukiman eks SP VI PT Surya Bratasena Plantation, dalam putusan pengadilan jelas sudah kedua belah pihak sepakat mengakhiri perkara dengan salah satu poinya adalah kebun seluas 20 ha diberikan ke pemda. Namun semenjak putusan tidak ada kejelasan terhadap lahan tersebut, bahkan saya dapat informasi bahwa lahan ini dikelolah hanya oleh satu orang yakni dipanen, dibeli dan dijual, bahkan saya dapat kabar malah terhutang 60 juta entah hutang apa namanya, kalau seandainya ini merugi apa gunanya kita kelolah, tumbang saja" Ungkap Nolis Hadis SH.
Nolis Hadis, SH juga mengatakan lahan tersebut diperjuangkanya kembali agar jadi milik kecamatan Pangkalan Kuras demi kemajuan daerah.
"Lahan itu sempat saya perjuangkan bersama kawan- kawan lain untuk kemajuan kecamatan Pangkalan Kuras, baik untuk kegiatan sosial, kegiatan pemuda dan mahasiswa bukan untuk kekayaan pribadi seseorang atau kelompok tertentu, saya meminta agar kepengurusan tersebut harus ada pengawasan dari pihak masyarakat tidak dikelola seorang diri saja dan lahan 20Ha tersebut harus didaftarkan jadi aset negara agar tidak dianggap penggelapan terhadap aset negara sebab kebun tersebut sudah puluhan tahun lamanya" Tutup Nolis Hadis, SH.
Sementara itu Rosyid pegawai honorer yang mengelolah lahan tersebut sekaligus pengusaha peron sawit saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya masih di Provinsi Jambi dan akan kembali dalam waktu dekat.
" Saya masih di Jambi, pulang dari Jambi saya kabari, kemungkinan besok saya pulang " Ungkap Rosyid, Kamis(22/06/23).
Namun sampai saat ini Rosyid seakan menghindar dari kejaran media Radar Pekanbaru yang menanyakan kapan bisa meminta keterangan dirinya tak lagi membalas pertanyaan media.
Sementara itu Plh Camat Pangkalan Kuras, Kamariah saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut namun dirinya pun tidak memberikan jawaban.***Mr.abay