Masih Ingat Wasiat Rasulullah SAW Melihat Orang yang Hidup di Bawah Kita?
RADARPEKANBARU.COM - Terdapat salah satu wasiat Rasulullah Muhammad SAW yang mengandung kemaslahatan bagi agama dan kehidupan dunia kita.
Wasiat ini juga memberikan ketenangan bagi pikiran, hati, dan tubuh kita. Melalui wasiat tersebut, Nabi SAW ingin mengajak kita memahami sebuah kenyataan penting yang saat ini banyak dilupakan orang. Beliau juga menjelaskan pedoman yang benar bagi seorang Muslim dalam menjalani kehidupannya.
Seandainya manusia memahami wasiat ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, niscaya mereka akan menjalani hidup dengan sabar, bersyukur, tenteram, dan menerima segala sesuatu yang telah Allah SWT tetapkan bagi mereka.
Wasiat apakah tersebut? Nabi Muhammad SAW Beliau bersabda:
“Pandanglah orang yang berada di bawah kalian, dan janganlah memandang orang yang berada di atas kalian. Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.”
Al-Hafizh Al-Iraqi dalam Tharh at-Tatsrib fi Syarh at-Taqrib menjelaskan hadis ini. Dia mengatakan kandungan hadis tersebut merupakan adab yang baik yang diajarkan oleh Nabi kita SAW.
“Di dalamnya terdapat kemaslahatan bagi agama dan kehidupan dunia kita, bagi pikiran dan tubuh kita, serta ketenteraman bagi hati kita,” tulis Al-Iraqi.
Wasiat ini merupakan nasihat agung dari seorang nabi yang agung kepada umat yang agung.
Wasiat tersebut menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan ketenangan jiwa, membebaskan diri dari kegelisahan, kesedihan, dan kecemasan, serta mengantarkan manusia kepada keselamatan di dunia dan akhirat.
Melalui wasiat ini, Rasulullah SAW memberikan pedoman yang hendaknya dipegang teguh oleh setiap Muslim, yaitu melihat orang-orang yang keadaannya berada di bawah kita dalam urusan dunia.
Mereka mungkin memiliki rezeki, kesehatan, harta, kedudukan, pekerjaan, anak, atau tempat tinggal yang lebih sedikit daripada yang kita miliki.
Ketika memandang orang-orang yang keadaannya berada di bawah kita, kita akan menyadari betapa berharganya nikmat-nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kita. Kesadaran itu akan mendorong kita untuk mensyukurinya.
Sebaliknya, jika kita terus-menerus memandang orang yang lebih unggul dalam hal kekayaan, rumah, kendaraan, pekerjaan, atau urusan dunia lainnya, kita akan menganggap kecil dan meremehkan nikmat Allah yang telah kita terima. Akibatnya, kita akan hidup dalam kegelisahan, kesedihan, ketidakpuasan, kesusahan, dan kecemasan.
Wahai orang yang mencari ketenangan jiwa! Wahai orang yang ingin terbebas dari kegelisahan, kesedihan, dan kecemasan! Wahai orang yang mendambakan kebahagiaan di dunia dan akhirat!
Jalan untuk terbebas dari semua itu adalah dengan mengikuti nasihat yang telah disampaikan oleh Nabi kalian SAW:
“Pandanglah orang yang berada di bawah kalian, dan janganlah memandang orang yang berada di atas kalian. Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.”
Karena itulah, Aun bin Abdullah dalam Sunan at-Tirmidzi berkata, “Aku pernah bergaul dengan orang-orang kaya, tetapi aku tidak pernah merasa ada orang yang lebih banyak kegelisahannya daripada diriku. Aku melihat kendaraan yang lebih baik daripada kendaraanku dan pakaian yang lebih bagus daripada pakaianku. Kemudian, aku bergaul dengan orang-orang miskin, lalu aku pun merasa tenteram.”
Betapa banyak orang pada zaman sekarang, sayangnya, mengingkari begitu banyak nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada mereka.
Mereka berkata, “Nikmat apa yang telah Allah berikan kepadaku? Allah memberikan pekerjaan kepada si fulan, harta dan kedudukan kepada si fulan, usaha dan kekayaan kepada si fulan, istana dan pertokoan kepada si fulan, serta perkebunan dan taman-taman kepada si fulan. Lalu, apa yang Allah berikan kepadaku?”
Padahal Allah SWT telah menganugerahkan kepadamu nikmat yang begitu besar, tidak terhitung dan tidak terbilang jumlahnya. Akan tetapi, tak sedikit yang justru lalai terhadap nikmat-nikmat tersebut.(rep)
Jalan Menuju Surga yang Digariskan Rasulullah SAW untuk Istri Salehah
RADARPEKNBARU.COM - Rasulullah SAW memerintah.
Nikmat Kedua Kaki, Apa Rahasianya dalam Alquran dan Hadis? Ini Jawaban Studi Ilmiah
RADARPEKANBARU.COM -.








