• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1882 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4206 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4210 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4167 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4280 Kali

  • Home
  • Riau

Tekan Titik Api, 36 Ton Garam Ditabur di Langit Riau Selama Agustus 2026

Redaksi Radarpku

Sabtu, 29 Agustus 2026 09:21:02 WIB
Cetak
Tekan Titik Api, 36 Ton Garam Ditabur di Langit Riau Selama Agustus 2026

RADARPEKANBARU.COM - Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dimaksimalkan oleh Tim Satgas Udara dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Langkah antisipasi ini tidak hanya difokuskan pada puncak musim kemarau di bulan Agustus, melainkan telah berjalan secara berkelanjutan sejak Februari 2026. 

Penaburan garam pada awan konvektif dilakukan sejak awal tahun sebagai tindakan preventif untuk membasahi lahan gambut dan menjaga tinggi muka air pada kondisi optimal.

Kepala Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andri Setyawan, menjelaskan penyemaian garam bertujuan memicu pembentukan hujan agar dapat mengisi embung-embung di daerah rawan. 

Ketersediaan cadangan air ini sangat penting bagi pasukan darat dalam melakukan operasi penyiraman dan pemadaman ketika muncul titik api. Strategi pembasahan sejak dini terbukti efektif menjaga kelembaban lahan gambut di berbagai wilayah Riau.

"OMC ini kita lakukan tidak hanya di frame waktu sekarang Agustus di mana puncaknya. Tapi kita sudah melaksanakan OMC bahkan sejak Februari, di awal itu kita lakukan sebagai bentuk pencegahan," kata Kolonel Andri diwawancarai di Pekanbaru, Jumat (28/8/2026).

Hingga menjelang akhir Agustus, Satgas Udara mencatat telah menerbangkan ratusan sortie dengan total garam jenis NaCl yang ditaburkan mencapai hampir 160 ton. Operasi penaburan tersebut memanfaatkan pesawat jenis Cassa yang memiliki kapasitas angkut satu ton garam dalam sekali penerbangan. 

Khusus pada bulan Agustus yang menjadi puncak dampak El Nino, sebanyak 36 sorti atau setara 36 ton garam telah diterbangkan ke wilayah target.

Hasil dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir dengan turunnya hujan di kawasan rawan seperti Kabupaten Siak dan Pelalawan. 

"Kita trigger pembentukan awan hujannya dengan menaburkan garam. Tujuannya agar bisa semaksimal mungkin membasahi lahan-lahan gambut," ucapnya.

Turunnya curah hujan ini sangat membantu mempercepat proses pemadaman di titik-titik lokasi kebakaran, baik melalui pemadaman darat maupun water bombing. Selain memadamkan api, hujan alami hasil modifikasi ini juga secara signifikan menaikkan kembali tinggi muka air di lahan gambut.

"Harapan kita sumber air dari turunnya hujan bisa mengisi embung-embung yang sudah kita siapkan di lahan-lahan rawan. Sehingga apabila terjadi kebakaran, pasukan darat mempunyai sumber air untuk penyiraman dan pemadaman," jelasnya

Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari sinergi dan koordinasi intensif selama 24 jam antara Satgas Udara dan BMKG Riau. Informasi mengenai keberadaan awan konvektif yang berpotensi menjadi awan hujan terus diperbarui secara berkala, mulai dari analisis per 10 hari hingga pemantauan harian setiap 3 jam. 

Data tersebut menjadi acuan utama bagi pesawat untuk segera lepas landas dan melakukan penyemaian.

Evaluasi kelanjutan OMC dilakukan setiap 10 hari sekali guna menyesuaikan dengan kondisi potensi awan hujan yang ada di atmosfer. Jika dalam kurun waktu tersebut analisis BMKG menunjukkan potensi hujan masih tinggi, maka operasi akan diperpanjang. 

Namun, jika potensi awan tidak terlihat, penerbangan akan dihentikan sementara untuk mengefisienkan alokasi penggunaan jam terbang serta material garam.

"Di bulan ini saja, di mana kita terjadi puncaknya El Nino, kita sudah menerbangkan hampir 36 sorti atau 36 ton garam," ungkap Kolonel Andri.

Berdasarkan kalkulasi teknis BMKG, efektivitas OMC terbilang sangat tinggi karena satu kali hujan yang terpicu dapat menurunkan sekitar 170 juta meter kubik air. Volume air hujan tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pemadaman lewat water bombing yang hanya mampu membawa sekitar 200 ribu liter air per sorti. 

"Kita berkoordinasi dengan BMKG yang selalu senantiasa 24 jam memantau kondisi cuaca di Provinsi Riau. Sehingga kita mendapatkan info di mana ada awan-awan konvektif berpotensi menjadi awan hujan, itu kita berangkatkan pesawat," katanya.

Penaburan 4 ton garam beberapa hari lalu bahkan terbukti langsung memadamkan sejumlah titik api secara merata di Siak dan Pelalawan.

Kendati demikian, pelaksanaan OMC tetap memiliki tantangan teknis karena sangat bergantung pada keberadaan awan konvektif serta perhitungan arah dan kecepatan angin. 

Penyemaian tidak bisa dilakukan secara sembarangan agar presipitasi hujan bisa jatuh tepat di lokasi target lahan rawan karhutla dan tidak terbuang di wilayah perairan. Melalui kombinasi data cuaca yang akurat dan penyemaian yang tepat sasaran, status darurat karhutla di Riau diharapkan dapat terus terkendali.

"Kita berharap darurat di Provinsi Riau ini benar-benar bisa kita kendalikan. Hujan kita harapkan bisa merata di seluruh Provinsi Riau, khususnya di lahan-lahan yang sangat rawan terjadinya karhutla," tutup Andri.(mcr)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026

Kamis, 24 September 2026 - 09:14:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Belanja daerah dalam Rancangan .

Riau

Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari

Kamis, 24 September 2026 - 09:11:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Hujan dengan intensitas ringan .

Riau

Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga

Kamis, 24 September 2026 - 09:07:52 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.

Riau

Marahi Guru yang Viralkan Kondisi Sekolah Berdinding Triplek, Wabup Kampar Dikecam

Rabu, 23 September 2026 - 08:58:53 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Aksi  dan sikap Wakil Bupa.

Riau

Sekdaprov dan Tiga Pejabat Pemprov Riau Bersaksi di Sidang Ajudan Abdul Wahid

Rabu, 23 September 2026 - 08:32:25 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komis.

Riau

APBD Perubahan Riau Ditetapkan Rp8,378 Triliun, Fokus Lunasi Tunda Bayar

Rabu, 23 September 2026 - 08:19:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Anggaran Pendapatan dan Belanja.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026
24 September 2026
Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari
24 September 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga
24 September 2026
Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
24 September 2026
KPU: Permohonan Denny Indrayana Cs Masuk Kategori Pemakzulan
24 September 2026
Trump Tekan ICC di Sidang PBB, Desak Seluruh Anggotanya Keluar
24 September 2026
Marahi Guru yang Viralkan Kondisi Sekolah Berdinding Triplek, Wabup Kampar Dikecam
23 September 2026
Sekdaprov dan Tiga Pejabat Pemprov Riau Bersaksi di Sidang Ajudan Abdul Wahid
23 September 2026
Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn
23 September 2026
APBD Perubahan Riau Ditetapkan Rp8,378 Triliun, Fokus Lunasi Tunda Bayar
23 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026
  • 2 Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari
  • 3 Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga
  • 4 Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
  • 5 KPU: Permohonan Denny Indrayana Cs Masuk Kategori Pemakzulan
  • 6 Trump Tekan ICC di Sidang PBB, Desak Seluruh Anggotanya Keluar
  • 7 Marahi Guru yang Viralkan Kondisi Sekolah Berdinding Triplek, Wabup Kampar Dikecam

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com