Monumen Rakyat Riau, Kisah Pejuang Kemerdekaan di Bumi Melayu
Monumen yang berada di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, tepatnya di depan Kompleks Gubernuran (Rumah Dinas Gubernur Riau) menggambarkan patung TNI dan masyarakat yang berdiri ketika menghadapi para penjajah. Patung ini berdiri di atas pelataran relief perjuangan di bagian kanan, dengan meriam yang tegak di sisi kirinya.
Patung Pejuang Rakyat Riau yang terdiri dari dua patung berpakaian militer dan berpakaian biasa mencerminkan perpaduan TNI dan rakyat yang telah terjalin sejak dahulu hingga sekarang. Kesatuan dan perpaduan ini yang menjadi kekuatan nasional dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai landasan pembangunan masa depan.
Monumen dengan bentuk keseluruhannya terbuka ini melambangkan keakraban pada lingkungan, keserasian, dan perpaduan antara monumen dengan alam sekitar. Makna yang terkandung di dalamnya berupa pendekatan dan penghayatan yang se-"resam" antara pemimpin dan rakyat, yang menjadi tulang punggung kesatuan dan persatuan nasional.
Pelataran monumen ini berbentuk segitiga yang melambangkan mata anak panah mengarah pada satu titik yaitu menghadap pada tiang bendera, tempat Sang Saka Merah Putih berkibar.
Selain itu, bentuk dasar monumen ini berupa segilima dalam empat tingkatan yang melambangkan 5 sila dari Pancasila dan juga melambangkan tahun 45 sebagai tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan kaki monumen berbentuk segi lima yang melambangkan Pancasila dengan lambang sila-sila Pancasila.
Tak hanya itu, pada bagian dampar yang menjadi alas patung itu berbentuk "astakona" atau segi delapan yang melambangkan bulan ke delapan yakni Agustus sebagai bulan diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia.
Terdapat 17 buah keris panjang yang tegak mengelilingi dampar patung juga melambangkan tanggal 17 sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ada juga patung api di 5 penjuru yang melambangkan semangat juang yang tak kunjung padam menjadi dasar perjuangan rakyat Riau terhadap imperialisme dan kolonialisme selama berabad-abad sejak abad ke 16 (1511 M).
Perjuangan terus dilakukan hingga terjadinya perang merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilanjutkan dengan semangat mengisi kemerdekaan sampai sekarang ini.(roc)
Pemprov Riau Segera Lebarkan Dua U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai untuk Urai Kemacetan Simpang SKA
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) R.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Salah Satu Faktor Kenaikan PAD Pekanbaru Karena MBG
RADARPEKANBARU.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroh.
Jaksa Segera Limpahkan Perkara Pembacokan Mahasiswa UIN Suska ke Pengadilan
RADARPEKANBARU.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekan.
Dari Durian Gratis hingga Diskon Hotel, Perayaan HUT Pekanbaru Hadirkan Kado Nyata untuk Warga
RADARPEKANBARU.COM - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT).
Kerjasama dengan 23 SMP Swasta, Pemko Pekanbaru Jamin Biaya Pendidikan Selama 3 Tahun
RADARPEKANBARU.COM - Sistem Penerimaan Murid Baru (S.
PAD dari Bea Balik Nama Kendaraan di Pekanbaru Semester I Tembus Rp23,72 Miliar
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Badan Pendapatan Daerah .








