• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2207 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4544 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4563 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4516 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4628 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Taubatnya Imam Hasan Al Bashri dan Cerita Kematian Putra Mahkota

Redaksi Radarpku

Kamis, 17 Februari 2022 09:18:53 WIB
Cetak
Taubatnya Imam Hasan Al Bashri dan Cerita Kematian Putra Mahkota

RADARPEKANBARU.COM - Dalam sejarah peradaban Islam, ada banyak tokoh yang menjadi pelita ilmu pada masa sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Di antara mereka ialah Syekh Hasan Al Bashri. Ulama yang menghabiskan sisa usianya di Basrah, Irak, itu berasal dari generasi tabiin. Sejak kecil hingga tumbuh dewasa, dirinya belajar dari banyak sahabat Rasulullah SAW. 

Karena itu, akhlaknya pun mengikuti keteladanan mereka. Seperti diungkapkan seorang sahabat Rasul SAW, Abu Burdah, “Aku belum pernah melihat lelaki yang (sifatnya) mirip para sahabat Nabi SAW walaupun tidak termasuk (segenerasi) dengan mereka, kecuali al- Hasan. Kedalaman ilmu dan keluhuran budi pekerti berpadu dalam diri anak asuh ummul mu`minin Ummu Salamah tersebut.” 

Reputasi Hasan Al Bashri mulai mengemuka sejak kepindahannya dari Madinah al-Munawarrah ke Basrah. Kala itu, lelaki tersebut baru berusia 15 tahun. Sejarah membuktikan, kota di sekitar Sungai Eufrat dan Tigris itu menjadi saksi perjalanan hidupnya sebagai seorang alim. Bagaimanapun, motif awal hijrahnya tidak melulu berkaitan dengan rihlah keilmuan. 

Seperti diceritakan Fariduddin Attar dalam Tadzkiratul Auliya, Hasan al-Bashri sebelum dikenal sebagai seorang ulama-sufi berprofesi sebagai pedagang. Ada banyak komoditas yang dijualnya, tetapi yang paling utama ialah perhiasan, semisal mutiara atau permata. Bisnisnya berkembang pesat. Pamornya sebagai pengusaha sukses pun masyhur hingga ke luar negeri. 

Pada suatu ketika, Hasan melakukan perjalanan bisnis dari Irak hingga ke wilayah Romawi Timur atau Bizantium. Sesampainya di kota tujuan, dia disambut para pejabat lokal, termasuk seorang menteri. Keesokan harinya, sang menteri mengajaknya untuk turut serta dalam rombongan kerajaan. 

“Jika engkau suka, kita akan pergi ke suatu tempat,” kata pejabat Bizantium itu. Baiklah, jawab Hasan tanpa ragu. Maka seharian itu, pengusaha asal Basrah tersebut membersamai kelompok kecil yang dipimpin sang perdana menteri. Setelah berjam-jam lamanya, mereka akhirnya tiba di padang pasir. Rombongan ini berhenti kira-kira 100 meter dari titik tujuan, yakni sebuah kemah yang berukuran sedang. 

Dari kejauhan, sudah tampak betapa istimewa tempat tinggal semipermanen tersebut. Hasan diberi tahu tentang tenda itu. Tali temalinya terbuat dari sutra. Adapun pancang-pancangnya yang menancap ke tanah berbahan dasar emas. Perdana menteri yang menemaninya itu lantas memintanya tetap berdiri, tidak langsung menuju ke kemah tersebut. Selang beberapa waktu kemudian, datanglah sekelompok pasukan. Mereka terlihat mengelilingi tenda unik itu. Komandannya tampak berkata-kata sejenak ke arah dalam kemah, lantas memimpin anak buahnya lagi untuk pergi. 

Tak lama kemudian, datanglah kira-kira 500 orang cendekiawan. Rombongan alim ulama itu juga melakukan tindakan yang persis seperti para prajurit tadi. Setelah urusannya selesai, mereka pun beranjak pergi. Selanjutnya, Hasan menyaksikan kaisar dan para pengawalnya mendekati kemah tersebut. 

Sesudah mereka semua hilang dari pandangan, sang perdana menteri mempersilakan Hasan untuk mendekati tenda itu. Ternyata, di dalamnya terdapat sebuah kuburan. Pada nisannya tergurat keterangan, inilah tempat peristirahatan terakhir bagi seorang pangeran yang wafat dalam usia muda. “Apa maksud dari semua yang terjadi barusan?” tanya Hasan 

Perdana menteri itu pun menjelaskan kepadanya. Rombongan prajurit dan komandan militer tadi memang rutin menyambangi makam sang mendiang. Si jenderal sering kali berkata di tepi kuburan itu, “Wahai putra mahkota, seandainya malapetaka yang menimpa engkau terjadi di medan pertempuran, kami tentu akan mengorbankan jiwa dan raga demi menyelamatkanmu. Namun, maut yang engkau rasakan datang dari Dia (Tuhan) yang tidak sanggup kami perangi, tidak kuasa kami tantang.” 

Adapun para cendekiawan yang datang sesudahnya berkata di hadapan kuburan tersebut, “Malapetaka yang menimpa dirimu ini datang dari Dia yang tidak dapat kami lawan dengan ilmu pengetahuan maupun filsafat.”

Sementara, kaisar yang berziarah tadi ialah bapak sang almarhum. Di dekat kuburan putranya itu, sang raja kerap berujar, “Wahai cahaya hati Ayah! Jikalau seluruh pasukan, kaum cerdik-pandai, dan harta benda yang Ayah miliki bisa menghalangi engkau dari kematian, sungguh sudah pasti Ayah lakukan sejak dahulu. Namun, (maut) yang menimpamu sudah ditakdirkan oleh-Nya.” 

Cerita dari perdana menteri Bizantium itu sangat menggugah hati Hasan. Begitu kembali ke kota asalnya, lelaki kelahiran Hijaz ini bertekad untuk tidak lagi menyibukkan seluruh waktunya pada urusan duniawi. Ia bersumpah untuk hidup sederhana serta menenggelamkan dirinya dalam ibadah kepada Allah SWT. (rep)

 
 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:36:20 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Rezeki berupa harta dan kenikma.

Dakwatuna

Malaikat atau Orang yang Saleh, Mana yang Lebih Utama?

Jumat, 09 Oktober 2026 - 09:11:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Persoalan mengenai siapa.

Dakwatuna

Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:52:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kemandirian yang Dicontohkan Nabi

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:32:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:20:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:32:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
11 Oktober 2026
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
  • 2 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 3 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 4 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 5 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 6 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 7 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com