• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2221 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4559 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4579 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4532 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4649 Kali

  • Home
  • Internasional

Cina Tolak Investigasi WHO

Redaksi Radarpku

Jumat, 23 Juli 2021 09:52:23 WIB
Cetak
Cina Tolak Investigasi WHO

BEIJING – Cina, Kamis (22/7), menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang akan melakukan investigasi tahap kedua tentang asal-usul virus korona. Kali ini, WHO juga ingin melakukan audit terhadap laboratorium dan pasar di Kota Wuhan, Cina, tempat kasus Covid-19 pertama kali ditemukan.

Investigasi tahap pertama dilakukan awal tahun ini. “Kami tidak akan menerima rencana penelusuran asal-usul seperti itu karena dalam sejumlah aspek, itu mengabaikan akal sehat dan menyangkal ilmu pengetahuan,” ujar Wakil Menteri National Health Commission (NHC) Cina Zeng Yixin kepada para wartawan.

Zeng mengaku terkejut ketika pertama kali membaca rencana investigasi tahap kedua WHO ini. Alasannya, rencana itu menyebutkan hipotesis tentang kemungkinan Cina melanggar protokol laboratorium sehingga virus bocor saat penelitian. Zeng mengulangi sikap Cina bahwa sejumlah data memang tidak bisa dibagi sepenuhnya karena bersifat rahasia.

“Kami berharap WHO akan sungguh-sungguh meninjau pertimbangan dan saran dari para ahli Cina dan benar-benar memperlakukan penelusuran asal-usul Covid-19 ini semata untuk alasan ilmiah, dan mengenyahkan campur tangan politis,” kata Zeng. Menurut dia, Cina menentang penelitian yang dipolitisasi.

Awal Juli ini, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, penelitian asal-usul pandemi Covid-19 di Cina terhalang oleh kurangnya data mentah. Data itu terutama terkait pada hari-hari awal penyebaran penyakit.

Konferensi pers tersebut dihadiri Zeng dan para petinggi dan ahli Cina. Mereka mendesak WHO untuk memperluas penelusuran ke negara lain selain Cina.

“Kami percaya, kebocoran laboratorium amat tidak mungkin dan tidak perlu mengeluarkan tenaga serta upaya lebih banyak untuk soal seperti ini,” kata Liang Wannian, ketua tim ahli dari pihak Cina saat melakukan penelitian tahap pertama bersama WHO.  

Namun, dalam konferensi pers, Liang tidak menampik sepenuhnya tentang hipotesis kebocoran laboratorium. Ia hanya meminta jika memang ada bukti, investigasi juga harus dilakukan untuk membuktikan kemungkinan kebocoran laboratorium di negara lain.

Salah satu sumber yang menumbuhkan teori kebocoran laboratorium berasal dari langkah laboratorium Wuhan Institute of Virology's (WIV). Laboratorium tersebut menghapus unggahan daring sekuen gen dan database sampel pada 2019.

Profesor Yuan Zhiming dari WIV mengatakan, penghapusan itu dilakukan karena data itu hanya dibagikan di dalam Cina. Direktur National Biosafety Laboratory ini mengatakan, alasannya adalah karena khawatir terjadi serangan siber.

Asal-usul Covid-19 tetap menjadi perdebatan di kalangan para ahli. Kasus itu pertama kali muncul di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Virus korona diyakini berasal dari hewan yang dijual di pasar kota tersebut lalu berpindah ke manusia

Pada Mei, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memerintahkan stafnya untuk mencari jawaban atas asal-usul virus tersebut. Badan-badan intelijen AS bahkan tidak menghapus teori bahwa Covid-19 adalah akibat kecelakaan laboratorium di Cina.

Penelusuran asal-usul Covid-19 ini telah menjadi isu diplomatik yang mengganggu hubungan Cina dan AS beserta sejumlah sekutunya. AS dan sejumlah negara menyatakan, Cina tidak transparan tentang apa yang terjadi pada hari-hari awal pandemi.

Sebaliknya, Cina menuding pihak lain ingin menyalahkan Cina atas pandemi. Cina juga menyebut, para penuduh telah memolitisasi isu yang seharusnya diserahkan kepada para ilmuwan. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:16:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:10:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Abdul Wahid Dikabarkan Ajukan Kasasi Usai Vonis Diperberat Jadi 4 Tahun
13 Oktober 2026
Kabut Asap Kembali Pekat, Disdik Pekanbaru Evalusi Pembelajaran Tatap Muka
13 Oktober 2026
Bagaimana Umar bin Abdul Aziz Berantas Korupsi Birokrasi? Ini 7 Langkah Briliannya
13 Oktober 2026
Approval Rating Bakal Terdongkrak Jika Prabowo Tegas terhadap Kasus Ijazah Gibran
13 Oktober 2026
Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027
13 Oktober 2026
Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
12 Oktober 2026
Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
12 Oktober 2026
Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
12 Oktober 2026
Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
12 Oktober 2026
Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
12 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Abdul Wahid Dikabarkan Ajukan Kasasi Usai Vonis Diperberat Jadi 4 Tahun
  • 2 Kabut Asap Kembali Pekat, Disdik Pekanbaru Evalusi Pembelajaran Tatap Muka
  • 3 Bagaimana Umar bin Abdul Aziz Berantas Korupsi Birokrasi? Ini 7 Langkah Briliannya
  • 4 Approval Rating Bakal Terdongkrak Jika Prabowo Tegas terhadap Kasus Ijazah Gibran
  • 5 Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027
  • 6 Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
  • 7 Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com