• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2209 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4546 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4565 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4518 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4632 Kali

  • Home
  • Internasional

Sikap RI atas LCS Tak Berubah Meski Dikasih Vaksin China

Redaksi Radarpku

Jumat, 09 Oktober 2020 09:09:16 WIB
Cetak
Sikap RI atas LCS Tak Berubah Meski Dikasih Vaksin China

RADARPEKANBARU.COM --  Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan kerja sama vaksin corona dengan China tidak akan mempengaruhi posisi Indonesia di Laut China Selatan (LCS). Dia menegaskan bahwa kerja sama vaksin dan posisi Indonesia atas LCS adalah dua hal berbeda. Menurutnya, dalam hal kerja sama vaksin, Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang diuntungkan dari kerja sama tersebut.

"Saya bisa menjawab dengan tegas, setegas mungkin. Tidak. Itu dua hal yang berbeda dan ketika kami bekerja sama, bukan kerja sama timpang yang hanya menguntungkan satu pihak, dalam hal ini Indonesia," kata Retno dalam wawancara khusus dengan Channel News Asia, Selasa (6/10).
 
"Tapi perusahaan China dan China sebagai negara, juga menikmati buah atau manfaat dari kerja sama ini. Ini keuntungan dua arah," ujarnya.Saat ini, Indonesia tengah bekerja sama dengan Bioteknologi Sinovac China dalam uji coba tahap akhir dari kandidat vaksin Covid-19 yang telah memasuki uji klinis fase tiga.
 
Selain itu, Indonesia juga bekerja sama dengan perusahaan China lainnya, Sinopharm, untuk memastikan 260 juta warga Indonesia dapat menerima vaksinasi. Indonesia bukanlah negara penggugat di LCS, tapi Jakarta beberapa kali bersitegang dengan China atas hak penangkapan ikan di sekitar Kepulauan Natuna, di bagian selatan perairan yang disengketakan itu. 
 
Tahun ini, dalam beberapa kesempatan Retno menegaskan kembali bahwa Indonesia bukanlah pihak yang bersengketa di wilayah LCS dan peta sembilan garis putus-putus yang digunakan China sebagai dasar klaimnya di perairan tersebut tidak memiliki dasar hukum internasional.
 
Di tengah situasi pandemi, baru-baru ini terdapat tanda-tanda ketegangan di LCS.
 
Bahkan, di awal munculnya pandemi pada Desember 2019, kapal nelayan China mulai memasuki perairan Natuna. Imbasnya, Retno harus memanggil Duta Besar China di Jakarta.Indonesia kemudian mengerahkan kapal perang dan jet tempur ke Natuna. Setelah beberapa hari stand-off dan kunjungan Presiden Jokowi ke daerah itu, kapal-kapal China itu pun meninggalkan daerah tersebut.
 
Meski sempat pergi, cengkeraman China di LCS kembali lagi. China disebut menggunakan taktik dan manuver baru demi memperkuat klaim sepihaknya terhadap perairan sengketa itu. Taktik baru itu disebut sejumlah pengamat dapat menempatkan Indonesia dan Malaysia dalam posisi tertekan. Hal itu bahkan bisa menyulut konflik antara China dengan Indonesia dan Malaysia-dua negara besar di kawasan Asia Tenggara.

Dalam konferensi pers yang berlangsung Kamis, 11 Juni lalu, Retno mengatakan Indonesia tidak memiliki klaim yang tumpang tindih dengan China, sehingga tidak relevan untuk melakukan dialog tentang batas kemaritiman mengenai pembatasan. Singkatnya, Retno menolak negosiasi atas klaim China.
 
Awal tahun ini, Angkatan Laut Amerika Serikat mengatakan sebuah kapal peledak berpeluru kendali telah berlayar melalui perairan dekat kepulauan Paracel untuk menantang klaim China atas wilayah LCS.
 
Tak tinggal diam, Indonesia memperingatkan AS bahwa setiap konflik terbuka yang terjadi di LCS tidak akan menguntungkan pihak mana pun. Hal itu disampaikan Retno saat berbicara dengan Menlu AS, Mike Pompeo via telepon pada 3 Agustus lalu.
 
Dia menekankan kembali kepada Pompeo terkait posisi Indonesia yang ingin terus menjaga agar perairan tersebut tetap stabil dan damai. Dia juga menegaskan kepada seluruh pihak untuk menghormati hukum internasional, termasuk Konvensi Hukum Kelautan PBB (UNCLOS) 1982.
 
"Dan secara khusus saya tegaskan bahwa konflik terbuka di mana pun termasuk di Laut China Selatan tidak akan menguntungkan pihak mana pun," ujar Retno dalam jumpa pers virtual pada Jumat (7/8). Pernyataan itu diutarakan Retno ketika eskalasi ketegangan antara AS dan China terus meningkat di Laut China Selatan.

Klaim China nyatanya tak usai sampai di situ, pada bulan lalu, sebuah kapal penjaga pantai China memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sepanjang 200 mil laut di lepas pulau Natuna utara dan hanya pergi setelah mendapat peringatan radio.Menanggapi situasi terkini di perairan Natuna, Retno mengatakan kapal dari negara lain bisa saja berada di ZEE Indonesia, jika memang hanya lewat. Tapi dia tidak mengizinkan jika kapal asing berada di sana untuk melakukan klaim teritorial.
 
"Jika tujuannya adalah untuk menjalankan klaimnya dengan sembilan garis putus-putus, tentu saja itu tidak dapat dibenarkan. Tapi setelah kami berkomunikasi lewat jalur diplomatik, kapal itu pindah," kata Retno. "Saya yakin ini bukan yang terakhir kali terjadi. Mungkin akan terulang kembali. Dan kami akan terus menegakkan prinsip-prinsip kami seperti yang telah kami katakan sebelumnya," tuturnya.(cnn)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:10:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
12 Oktober 2026
Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
12 Oktober 2026
Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
12 Oktober 2026
Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
12 Oktober 2026
Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
12 Oktober 2026
Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
12 Oktober 2026
SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
11 Oktober 2026
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
  • 2 Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
  • 3 Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
  • 4 Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
  • 5 Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
  • 6 Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
  • 7 SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com