• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3611 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3602 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3575 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3654 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3590 Kali

  • Home
  • Nasional

Tenaga Medis Kedodoran, Jurus 3T Jokowi Menguap Jadi Jargon

Redaksi Radarpku

Selasa, 29 September 2020 11:23:13 WIB
Cetak
Tenaga Medis Kedodoran, Jurus 3T Jokowi Menguap Jadi Jargon

RADARPEKANBARU.COM -- Pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia memasuki bulan ketujuh. Namun grafik penambahan kasus tak kunjung melandai dengan total kasus per 27 September menembus angka 275.213 kasus. Presiden Joko Widodo sendiri telah merespons sejak Juli lalu dengan memerintahkan jajarannya fokus menerapkan 3T, tracing, testing dan treatment. Saat itu, pada 31 Juli, jumlah kasus positif di Indonesia baru 108.376 dengan rata-rata kasus harian berkisar 2.000 hingga 3.000 kasus.

Seiring waktu jurus Jokowi tersebut tak juga terlihat hasilnya. Beberapa hari terakhir penambahan kasus harian justru kian meningkat hingga 4.000-an per hari.

Tak hanya jurus 3T yang tumpul. Prediksi Jokowi soal puncak corona juga beberapa kali meleset. Teranyar Jokowi pernah memprediksi puncaknya akan terjadi sekitar Agustus-September. Tapi menjelang akhir September, kasus harian bolak-balik menembus rekor. Dari yang tadinya kasus harian berkisar di angka seribu bulan lalu, kini jumlahnya naik empat kali lipat hingga lebih dari empat ribu.

Ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menduga wabah belum juga terbendung karena penerapan 3T yang tidak tepat dan efektif. Ia mengatakan pemerintah tak punya konsep yang jelas dalam menerapkan 3T.

"Kesalahan terbesar [pemerintah] adalah pengendalian tanpa konsep dan sebatas jargon. Jargon 3M, 3T. Itu sudah usang, sudah hampir tujuh bulan dilakukan hasilnya tidak ada perubahan. Arahnya semrawut, tidak jelas," katanya, Minggu (27/9).

Ia menjelaskan terdapat tiga pendekatan yang seharusnya dilakukan untuk mengendalikan wabah, yakni mencegah, mendeteksi dan mengendalikan. Dalam hal ini testing dan tracing termasuk upaya mendeteksi, dan treatment sebagai upaya pengendalian.

Menurutnya, upaya pengendalian merupakan kunci menekan penambahan virus yang perlu ditingkatkan. Ia menilai peningkatan kapasitas testing dan menerapkan protokol kesehatan bakal percuma jika pengendalian virus tak maksimal. Dengan kata lain 3T berperan besar. 

"Contohnya di DKI Jakarta, kapasitas testing DKI sudah 4-5 kali lebih tinggi dari target sejak minggu ketujuh atau minggu ke 18. Tapi secara epidemiologi sampai hari ini apakah kasus turun? Tidak ternyata. Jadi bukan testing yang membuat rantai penularan terputus, tapi bagaimana isolasi dan karantina diterapkan dengan disiplin," jelasnya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tracing adalah upaya mengidentifikasi, menilai dan mengelola orang-orang yang terpapar suatu penyakit untuk mencegah penularan lebih lanjut. Caranya dengan mengidentifikasi orang yang kontak dengan pasien terkonfirmasi positif selama 2-14 hari sebelum gejala.

Setiap kontak kemudian dihubungi, dipantau kondisi kesehatannya, serta diminta melakukan isolasi mandiri. Pemantauan dilakukan dalam waktu 14 hari sejak orang tersebut kontak dengan pasien corona. Namun langkah ini tidak seperti pengalaman yang dilalui Bayu dan Anto (bukan nama sebenarnya). Keduanya sama-sama memiliki anggota keluarga serumah yang sempat terpapar corona tahun ini.

Kasus Bayu terjadi di Surabaya. Ibu Bayu dikonfirmasi positif melalui tes swab pada Juli lalu. Wanita yang sudah berusia 79 tahun itu ketahuan terpapar virus setelah tiga hari menunjukkan gejala demam dan batuk kering. Sebelumnya, ia sempat perawatan rambut ke salon di Surabaya, Jawa Timur.

Namun Bayu tak pernah diwawancara dinas kesehatan atau puskesmas setempat. Orang rumah hanya menerima satu kali telepon dari pihak puskesmas untuk menanyakan jumlah orang di rumah dan merekomendasikan tes swab di puskesmas. "Pas itu yang nerima telepon orang rumah. Intinya klarifikasi apakah benar ada yang positif. Di rumah ada berapa orang, terus mau ke rumah dan semprot disinfektan. Tapi sih nggak pernah ke rumah," ceritanya.

Ibunya pun tak pernah diwawancara langsung oleh pihak puskesmas atau dinas kesehatan. Bayu menduga mungkin karena ibunya sudah dikarantina. Namun beberapa hari sebelum menunjukkan gejala, ibunya sempat arisan bersama teman-teman.

Sedangkan Anto, warga Jakarta, menerima telepon dari pihak kelurahan rumahnya ketika ibunya dinyatakan positif. Terdapat tujuh orang lain di rumahnya yang diminta melakukan rapid test berkala di Wisma Atlet, Jakarta. Setelah beberapa kali rapid test, mereka dirujuk ke Puskesmas untuk tes swab. Hasilnya, semua negatif kecuali adik paling bungsunya. Ia tertular dan harus mengisolasi diri.

Namun sang adik tidak pernah diwawancara pihak puskesmas ataupun dinas kesehatan setelah terkonfirmasi positif hingga sembuh. Ibu Bayu pun tak pernah ditanya terkait kontak, padahal masih bekerja di kantor saat itu. "Enggak ditanya nyokap kontak sama siapa aja. Intinya orang rumah aja yang dites. Adik saya malah enggak ditanyakan sama sekali pernah berhubungan sama siapa aja," katanya.

Minimnya jumlah tenaga medis dalam mengemban misi 3T ini, ditambah kurangnya fasilitas untuk menguji sampel ditengarai jadi penyebab jurus 3T Jokowi menguap menjadi jargon. Karena minim, mereka kedodoran melakukan 3T. Hal itu diakui oleh Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah. 

Setiap harinya, kata Syarifah, Kabupaten Bogor bisa mendapati 57 kasus positif yang tersebar di 40 kecamatan. Sedangkan untuk melakukan tracing per kasus dibutuhkan waktu dan setidaknya dua sampai tiga petugas medis. Kalaupun petugas medis berhasil melacak dan memantau kesehatan kontak erat dari pasien corona. Tahapan testing sering kali tak bisa dilakukan dengan cepat. Ini karena Kabupaten Bogor hanya punya empat alat polymerase chain reaction.

"Kapasitasnya juga beda dengan lab besar. Kapasitasnya per hari cuma 10, paling banyak 11 [orang]. Kalau kebutuhan massal kita kirim ke Bandung. Tapi mereka cuma bisa 200 per hari. Terus IPB (Institut Pertanian Bogor), cuma terima 50 per hari," ungkapnya.

Kemampuan pemeriksaan di Kabupaten Bogor juga masih jauh dari standar WHO yang menetapkan minimal pemeriksaan seribu orang per satu juta penduduk. Kabupaten Bogor hanya mampu memeriksa 800 orang per minggu. Dengan jumlah penduduk hingga 5,9 juta, itu artinya kemampuan pemeriksaannya baru sekitar 135 orang per satu juta penduduk. Ini jauh di bawah standar WHO.

Berdasarkan data per 27 September, kasus corona di Kabupaten Bogor sudah mencapai 1.705 orang yang positif. Tercatat ada 317 suspek yang masih dipantau dan 39 orang yang kemungkinan positif dan masih dipantau. Jumlah kasus yang cukup tinggi ini banyak berdampak pada okupasi tempat tidur di rumah sakit dan fasilitas karantina. Syarifah mengatakan 78 persen kapasitas rumah sakit sudah penuh.

"Tanggal 13 September itu kita masih di 53 persen terpenuhi. Tapi yang sekarang sudah 78 persen. Di RS Cibinong saja sudah waiting list. Ada yang belum dapat kamar, masih di UGD," ceritanya. Pihaknya menanggulangi ini dengan memilah pasien yang harus dirawat dan bisa diisolasi mandiri. Dinas Kesehatan, katanya, tengah berupaya menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit dalam waktu dekat.

Di Jakarta, Kepala Puskesmas Cempaka Putih Dicky Alsadik mengerahkan 30 orang dalam satu minggu untuk melakukan tracing di wilayahnya. Dalam sehari pihaknya bisa melakukan tracing pada 10-15 kasus. Menurut data corona.jakarta.go.id, Cempaka Putih Barat menduduki posisi ketiga tertinggi di DKI dengan 95 kasus positif aktif. Sedangkan Dicky mencatat per 23 September, sudah ada 1.029 kasus positif di Cempaka Putih.

"Jika kasus meningkat jumlah petugas belum mencukupi. Namun dalam satu minggu terakhir ini kami mendapat bantuan tracing dari beberapa sukarelawan yang didistribusikan melalui dinas kesehatan," katanya. Petugas yang dikerahkan puskesmas pun tak setiap saat fokus hanya melakukan Kas. Mereka juga bertugas melakukan pengambilan sampel swab, rapid test, merujuk pasien ke wisma atlet atau rumah sakit, hingga pelayanan pasien di poli.

Sementara dengan kemampuan 3T yang masih mandek di sejumlah daerah, jajaran pemerintah dikejar-kejar target menurunkan kurva corona secepat mungkin. Pada Juli, Jokowi memerintahkan jajarannya menekan angka kematian di delapan provinsi yang menyumbang 74 persen kasus corona di Indonesia.

Sedangkan wabah corona di sejumlah daerah masih tinggi. DKI Jakarta memutuskan menarik rem darurat dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diperpanjang hingga Oktober. Salah satu pertimbangannya karena khawatir layanan kesehatan tidak mampu menerima lonjakan kasus.(cnn)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:28:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pulau Sumatra menghadapi ancama.

Nasional

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:55:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Purbaya: Desil 10 Tak Boleh Beli BBM Subsidi, Anggaran Bisa Hemat 10%

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:50:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi .

Nasional

Korban Gempa NTT Capai 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Mengungsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:49:55 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Badan Nasional Penanggulangan B.

Nasional

Guru PPPK Dialihkan Jadi Pegawai Pusat, Ada Peluang Jadi PNS

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:43:59 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mens.

Nasional

KKP Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan Angkut Bantuan ke NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:16:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
24 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
24 Agustus 2026
Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
24 Agustus 2026
Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
24 Agustus 2026
Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
24 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
24 Agustus 2026
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
23 Agustus 2026
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
22 Agustus 2026
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
22 Agustus 2026
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
22 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
  • 2 Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
  • 3 Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
  • 4 Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
  • 5 Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
  • 6 Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
  • 7 PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com