APBD Kota Pekanbaru 2020 Hanya Rp2,1 T
RADARPEKANBARU.COM - Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memberikan dampak besar bagi perekonomian Kota Pekanbaru. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang semula berada di Rp2,6 triliun kini angka riilnya hanya berada di kisaran Rp2,1 triliun. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa tatanan hidup baru diharapkan bisa jadi pendongkrak.
Penurunan angka riil APBD Pekanbaru 2020 ini terjadi akibat lesunya aktivitas perekonomian masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Ditambah lagi, sempat pula diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di ibukota Provinsi Riau ini hampir dua bulan lamanya.
Wabah Covid-19 membuat pemasukan daerah mulai dari dana transfer pusat hingga PAD menjadi tak terprediksi dan cenderung menurun. Tahun 2020 ini, target PAD awalnya dipasang pada angka Rp826 miliar. Namun, begitu Covid-19 mewabah angka tersebut terjun bebas. Target pun kemudian diturunkan ke angka Rp530 miliar. Penurunan mulai terlihat sejak Maret lalu. Pada Januari dan Februari penerimaan daerah masih normal. Penerimaan terus merosot pada triwulan II tahun 2020 yakni pada April hingga Juni 2020.
Dalam pada itu pula untuk penanganan Covid-19, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan refocussing anggaran sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Ada Rp115 miliar bersumber dari APBD Kota Pekanbaru disiapkan untuk hal ini. Dari jumlah ini, hingga akhir Juni kemarin total pengajuan pencairan yang sudah dilakukan berjumlah Rp45.080.204.690.
Diungkapkan Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, Senin (13/7), pergeseran anggaran yang dilakukan untuk penanganan Covid-19 sudah dirapikan. "Pergeseran yg terjadi dirapikan lagi. Empat bulan lalu saat kita refocussing untuk penanganan Covid-19. Ini dengan perkiraan aktivitas ekonomi normal. Setelah empat bulan kita lewati kita lakukan perubahan. APBD dari Rp2,6 triliun jadi Rp2,1 triliun," urainya. /
Meski angka riil APBD tahun ini diperkirakan turun, dia memastikan anggaran yang disiapkan untuk penanganan Covid-19 tidak akan diutak-atik. "Kita sudah rencanakan. Anggaran untuk penanganan Covid-19 tidak kita ganggu," tegasnya.(rpc))
Kadishub Siak Ditahan 20 Hari, Polisi Ungkap Modus Permintaan Uang Proyek
Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Siak.
Tesso Nilo dan Tanah Ulayat Jadi Fokus Pembahasan Pemprov Riau dan ATR/BPN
RADARPEKANBARU.COM - Penanganan persoalan pertanahan.
Bus Sekolah Gratis Mulai Beroperasi, Layani Pelajar di Tujuh Sekolah
RADARPEKANBARU.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota.
Mahasiswa FBN UNRI Gandeng Waste Station Resmikan Bank Sampah di Tangkerang Tengah
RADARPEKANBARU.COM - Ko.
Pemprov Riau dan Kementerian ATR/BPN Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah Ulayat
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau meneri.
Petani Sawit Riau Soroti Laba Agrinas Rp27,9 Miliar, Minta KPK Lakukan Pemeriksaan
RADARPEKANBARU.COM - Laba bersih PT Agrinas Palma Nu.








