Prabowo Ditunjuk Urus Pangan, Legislator PKS: Presiden Jangan Aneh-aneh
JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk mengurus cadangan strategis pangan menuai kritikan. Anggota Komisi IV DPR RI Slamet meminta Presiden Jokowi jangan aneh-aneh.
"Pemerintah, dalam hal ini presiden jangan aneh-aneh lah. Laksanakan dulu apa yang ditambahkan undang undang," ujar Slamet, Senin (13/7/2020).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan agar pemerintah membentuk badan pangan. "Ide dari undang-undang ini bagus, agar terkait pangan ini hanya ada 1 lembaga khusus yang langsung bertanggung jawab kepada presiden," tuturnya.
Legislator asal daerah pemilihan Jawa Barat IV ini juga menilai badan pangan bisa mengatasi permasalahan data yang semrawut. Dia pun memberikan contoh permasalahan data semrawut itu saat Kementerian Perdagangan menyampaikan stok pangan kurang sehingga harus impor, sedangkan Kementerian Pertanian menyampaikan stok mencukupi.
"Di sisi lain, kalau TNI Di kasih tugas yang keluar dari tugas utamanya, saya khawatir akan menurunkan profesionalitas dari para prajurit dalam menjaga pertahanan negara," pungkasnya.(sndo)
SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
BATAM – Rombongan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mengunjungi Batam News, M.
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
BATAM - Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mendorong perusahaan media beradaptas.
KPU dan DPR Didesak Tindak Lanjuti Putusan MK soal Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA
RADARPEKANBARU.COM - .
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Akhir dan Awal Tahun, Ada BSU Rp300 Ribu Hingga Insentif Pajak
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah menyiapkan sejumlah .








