• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2202 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4540 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4559 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4511 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4624 Kali

  • Home
  • Internasional

Mengapa India-Nepal Berebut Pegunungan Terjal di Himalaya?

Redaksi Radarpku

Sabtu, 06 Juni 2020 10:50:04 WIB
Cetak
Mengapa India-Nepal Berebut Pegunungan Terjal di Himalaya?

RADARPEKANBARU.COM - Ketika dunia sibuk meredam wabah Covid-19, Nepal dan India terjebak dalam konflik perbatasan menyusul tumpang tindih klaim atas sebuah pegunungan di barat Himalaya. Jalan sepanjang 80km yang dibangun India untuk menghubungkan antara negara bagian Uuarakhand dengan Tibet melewati kawasan Lipulekh yang diklaim Nepal.

Buntutnya Nepal memrotes upacara peresmian jalan. Puncak Lipulekh adalah jalur dagang paling singkat antara India dan Cina. Pemerintah di Kathmandu mengecam kebijakan India sebagai tindak perundungan terhadap jiran yang lemah.

Pemerintah Nepal lalu menerbitkan peta baru yang menampilkan kawasan Lipulekh, termasuk Kalapani dan Limpiyadhura berada di dalam batas teritorialnya. Wilayah yang diperebutkan itu berada di batas tiga negara antara India, Cina dan Nepal. Peta baru buatan pemerintah nantinya akan diterbitkan ulang untuk universitas dan dokumen resmi pemerintah.

Sontak, penerbitan peta baru oleh Nepal memanaskan hubungan dengan India. Pemerintah di New Delhi mengkritik "tindak sepihak" Nepal dan menolak klaim wilayah yang tertera di dalam peta Nepal. "Peta ini bertentangan dengan kesepakatan bilateral untuk menyelesaikan isu perbatasan melalui dialog diplomatik," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Anurag Srivastava.

"Klaim ini tidak akan pernah diterima oleh India," imbuhnya. Kisruh ini bukan kali pertama kedua negara bersitegang soal peta. Pada November tahun lalu, New Delhi menerbitkan peta resmi India yang menempatkan Lipulekh ke dalam bagian teritorialnya. Pemerintah Nepal menolak peta itu dan menawarkan negosiasi, meski kemudian tidak ditanggapi India.

Derasnya arus investasi Cina ke Nepal membuat India bersikap curiga. Ragam media nasional misalnya berulangkali menggunakan narasi bahwa Kathmandu sudah menjadi bonekanya Beijing.

Dalam sebuah kesempatan, Kepala Staf Angkatan Darat, Manoj Mukunda Naravene mengatakan Nepal bertindak "atas nama orang lain." Ucapannya itu diyakini ditujukan kepada Cina. 

Swaran Singh, seorang pengajar di Universitas Jawaharlal Nehru di New Delhi meyakini narasi itu muncul akibat hubungan rumit India dan Cina yang mengalami pasang surut. Selain Nepal, Beijing juga berusaha mencari kedekatan dengan Pakistan, rival terbesar India di Asia Selatan.

Menurutnya lanskap diplomatik antara kedua negara "hanya memperkuat tuduhan bahwa Nepal lebih berani menentang atau menggunakan bahasa yang keras terhadap India untuk menyenangkan Cina," kata Singh kepada DW.

Namun tuduhan itu dibantah Menteri Luar Negeri Nepal Pradeep Kumar Gyawali. Menurutnya Nepal tidak hanya bersitegang dengan India ihwal konflik teritorial, tetapi juga dengan Cina. 

"Saya menolak tindakan menyeret negara lain ke dalam konflik perbatasan antara India dan Nepal. Kami juga memiliki konflik teritorial dengan Cina di Lipulekh. Isunya belum diselesaikan," sanggahnya dalam wawancara dengan DW.

Khadga KC, Guru Besar Hubungan Internasional di Universitas Tribhuvan, Nepal, mewanti-wanti tuduhan India bisa semakin membebani hubungan bilateral. "Sebagai negara berdaulat, Nepal tidak perlu menyeret jiran lain ke dalam konflik ini," kata dia. "Faktanya, Nepal terpaksa membuat ulang peta politik setelah India secara sepihak membangun jalan di atas wilayah kami." 

Analis mengatakan kisruh perbatasan teranyar memberi angin segar bagi kaum nasionalis di Nepal, dan membantu perdana menteri memperpanjang usia pemerintahannya. Kekuasaan Sharma Oli goyah lantaran kinerja pemerintahannya menghadapi wabah corona yang dinilai gagal. 

Saat ini partai-partai oposisi sudah menyatakan dukungan bagi pemerintah untuk mengamandemen konstitusi agar memuat peta baru tersebut. 

Dalam sebuah wawancara dengan harian India, The Hindu, Menlu Gyawali mengatakan "cara paling pantas" menyelesaikan konflik perbatasan antara kedua negara adalah "menarik mundur serdadu dari Kalapani dan menyerahkan kawasan yang diduduki kembali ke Nepal."

Dinesh Bhattarai, bekas duta besar Nepal untuk PBB, mengatakan kepada DW kedua negara harus melanjutkan perundingan dan negosiasi berdasarkan fakta dan bukti-bukti sejarah. "Negara demokrasi terbesar di dunia seharusnya tidak ragu mencari solusi yang memuaskan."(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
11 Oktober 2026
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
  • 2 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 3 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 4 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 5 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 6 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 7 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com