• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3604 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3590 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3563 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3647 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3578 Kali

  • Home
  • Nasional

Prabowo-Golkar Bersepakat, Apa Saja Poinnya?

Redaksi Radarpku

Rabu, 16 Oktober 2019 09:25:14 WIB
Cetak
Prabowo-Golkar Bersepakat, Apa Saja Poinnya?

RADARPEKANBARU.COM -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih terus melanjutkan safari politiknya menjelang pelantikan presiden-wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin. Dalam pertemuan dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto pada Selasa (15/10) malam, kedua parpol kembali mencapai sejumlah kesepakatan.



Baik Prabowo maupun Airlangga enggan menjawab pertanyaan perihal isu masuknya Gerindra dalam kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Airlangga justru menjelaskan persamaan dari kedua partai tersebut. "Partai Golkar dan Partai Gerindra itu punya banyak kesamaan, sama-sama PG, lambangnya sama sama segi lima. Tentu dari Partai Golkar, tadi disampaikan Pak Prabowo bahwa kita punya banyak kesamaan," ujar Airlangga di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (15/10).



Ia kemudian menjelaskan sejumlah kesepakatan yang dicapai kedua pihak. Di antaranya, akan ada kerjasama antara Golkar dan Gerindra terkait perbaikan stabilitas politik di Indonesia. “Karena, stabilitas itu penting, termasuk stabilitas keamanan di tengah kondisi perekonomian dunia saat ini dengan bagaimana kita membuat stabilitas politik di parlemen," kata Airlangga.



Kedua, Golkar dan Gerindra sepakat untuk memperhatikan undang-undang yang terkait dengan partai politik dan pemilu. Sebab, hal itu, ia menilai, partai tersebut sebagai salah satu fondasi Indonesia. "Dan, mempelajari undang-undang terkait parpol, terkait dengan pemilu legislatif, pemilukada, dan pemilu presiden ke depan. Karena, ini merupakan fondasi politik ke depan," ujar Airlangga.



Terakhir, Airlangga dan Prabowo sepakat untuk memprioritaskan kepentingan bangsa. "Golkar dan Gerindra juga lebih mengutamakan NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan konstitusi," kata Airlangga.



Dalam kesempatan yang sama, Prabowo Subianto menyampaikan, Gerindra dan Golkar menurutnya sama-sama sepakat menjaga negara dan bangsa, serta akan berjuang untuk rakyat. "Tentu, dengan komunikasi politik yang sangat baik di antara elite semua partai, ini akan membawa suasana yang baik bagi stabilitas bangsa dan negara," ujar Prabowo.



Prabowo mengatakan, berdasarkan pengalaman di banyak negara, stabilitas tidak boleh dianggap remeh. Dia menekankan, perbedaan, gesekan, dan hal yang tidak cocok di antara banyak pihak harus diselesaikan pimpinan dengan sejuk. "Saya kira ini pandangan kita. Kita ingin ada tim yang melanjutkan pembicaraan pada hari mendatang. Intinya kita ingin ada suasana kerukunan di antara tokoh bangsa. Kita juga harus jaga jangan sampai kita akhirnya terlalu mapan sehingga bisa-bisa kita nanti jadi oligarki," kata Prabowo.



Prabowo pun menyatakan kehadirannya di kantor DPP Golkar ibarat kembali pada almamaternya dulu. "Saya hari ini kembali ke almamater saya. Saya lulusan Golkar. Jadi, Golkar menyumbang banyak kader ke (berbagai) institusi di negeri ini," ujar Prabowo.



Pertemuan semalam adalah yang keempat yang digelar Prabowo dalam sepekan belakangan. Pada Jumat (11/10) lalu, ia menemui Jokowi di Istana Negara untuk membicarakan kemungkinan berkoalisi. Ia kemudian menemui Ketua Umum Nasdem Surya Paloh pada Ahad (13/10). Sementara pada Senin (14/10), ia menemui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Seluruh tokoh yang ia temui itu merupakan bagian dari pesaing pada Pilpres 2019 lalu.

Kepentingan

Sementara itu, suara-suara yang legawa soal kemungkinan bergabungnya Gerindra dengan koalisi pendukung pemerintah juga makin santer. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, misalnya, menyatakan tak keberatan Partai Gerindra bergabung dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'aruf Amin.



"Ya, kalau untuk kepentingan bangsa yang lebih besar, apa saja bisa dilakukan," kata Luhut di Kompleks Istana Presiden, Selasa (15/10). Luhut berpendapat, bergabungnya Partai Gerindra dengan koalisi pemerintahan merupakan hal yang wajar dalam politik. "Ya, bagus-bagus aja, gak ada masalah kan. Apa aja bisa terjadi," ujar Luhut menambahkan.



Wakil Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung juga mempersilakan kader Gerindra masuk dalam jajaran kabinet Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Kendati demikian, lanjut Akbar, keberadaan oposisi masih tetap diperlukan guna mewujudkan mekanisme pengawasan dalam sebuah pemerintahan. "Kita tidak akrab dengan istilah oposisi, tapi kita membutuhkan memang kekuatan-kekuatan politik yang mampu juga mewujudkan mekanisme check and balances, itu saya kira penting," ucap dia.



Sementara, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan, untuk masuk ke dalam kabinet Jokowi, kata Jazilul, diperlukan komitmen dari Partai Gerindra terlebih dahulu. "Tapi, bagi PKB, tentu Presiden mempertimbangkan mana yang datang di awal, mana yang datang belakangan. Kan ini perlu digarisbawahi ya, selama koalisi ini ada yang masuk dan keluar. Itu penting jadi catatan," kata Jazilul.



Terkait safari politik yang dilakukan oleh Prabowo, Jazilul menilai hal tersebut tidaklah aneh. Karena, menjelang pelantikan presiden ini menjadi waktu yang tepat untuk rekonsiliasi antara partai politik. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar juga menyatakan tak masalah jika Partai Gerindra bergabung dengan koalisi. Hal tersebut disampaikannya seusai melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto.



"Ya, tidak ada masalah, ya kan istilah shalat itu ada imam ada makmum. Nah, makmum yang datangnya di belakang kan namanya makmum masbuk," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin itu di Kantor DPP PKB, Senen, Jakarta Pusat, Senin (14/10) malam. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:28:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pulau Sumatra menghadapi ancama.

Nasional

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:55:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Purbaya: Desil 10 Tak Boleh Beli BBM Subsidi, Anggaran Bisa Hemat 10%

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:50:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi .

Nasional

Korban Gempa NTT Capai 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Mengungsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:49:55 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Badan Nasional Penanggulangan B.

Nasional

Guru PPPK Dialihkan Jadi Pegawai Pusat, Ada Peluang Jadi PNS

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:43:59 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mens.

Nasional

KKP Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan Angkut Bantuan ke NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:16:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
24 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
24 Agustus 2026
Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
24 Agustus 2026
Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
24 Agustus 2026
Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
24 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
24 Agustus 2026
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
23 Agustus 2026
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
22 Agustus 2026
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
22 Agustus 2026
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
22 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
  • 2 Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
  • 3 Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
  • 4 Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
  • 5 Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
  • 6 Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
  • 7 PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com