PILIHAN +INDEKS
Kemana Utang Luar Negeri RI Mengalir?
Bank Indonesia
Jakarta, (radarpekabaru.com)-Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri pemerintah, termasuk Bank Sentral, dan sektor swasta per September kembali mencatatkan kenaikan. Utang luar negeri Indonesia naik USD2,388 miliar alias Rp26,268 triliun jika mengacu kurs Rp11.000 per USD.
Utang tersebut, didominasi oleh pinjaman dari sektor swasta, yang mengalami kenaikan USD1,246 miliar atau Rp13,706 triliun. Lantas ke sektor mana saja utang luar negeri Indonesia mengalir.
Melansir data BI, Minggu (24/11/2013), sektor yang paling banyak meminjam dana asing adalah sektor keuangan, leasing, dan jasa perusahaan sebesar USD109,022 miliar atau sebesar Rp1.199,24 triliun jika mengacu kurs Rp11.000 per USD.
Sektor selanjutnya, yakni sektor manufaktur sebesar USD29,904 miliar atau Rp328,94 triliun, sektor pertambangan sebesar USD25,609 miliar atau Rp281,69 triliun, sektor listrik, gas dan air bersih sebesar USD20,878 miliar atau Rp229,65 triliun.
Kemudian, sektor jasa sebesar USD17,544 miliar atau Rp192,98 triliun, sektor transportasi dan komunikasi sebesar USD12,630 miliar atau Rp138,93 triliun, sektor bangunan sebesar Rp11,111 miliar atau Rp122,22 triliun.
Selain itu, terdapat sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan sebesar USD8,790 miliar atau Rp96,69 triliun, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar USD7,561 miliar atau Rp83,171 triliun. Sementara sektor lainnya dengan total sebesar USD16,819 miliar atau Rp185 triliun. (okz/adr)
Editor : Alamsah
Utang tersebut, didominasi oleh pinjaman dari sektor swasta, yang mengalami kenaikan USD1,246 miliar atau Rp13,706 triliun. Lantas ke sektor mana saja utang luar negeri Indonesia mengalir.
Melansir data BI, Minggu (24/11/2013), sektor yang paling banyak meminjam dana asing adalah sektor keuangan, leasing, dan jasa perusahaan sebesar USD109,022 miliar atau sebesar Rp1.199,24 triliun jika mengacu kurs Rp11.000 per USD.
Sektor selanjutnya, yakni sektor manufaktur sebesar USD29,904 miliar atau Rp328,94 triliun, sektor pertambangan sebesar USD25,609 miliar atau Rp281,69 triliun, sektor listrik, gas dan air bersih sebesar USD20,878 miliar atau Rp229,65 triliun.
Kemudian, sektor jasa sebesar USD17,544 miliar atau Rp192,98 triliun, sektor transportasi dan komunikasi sebesar USD12,630 miliar atau Rp138,93 triliun, sektor bangunan sebesar Rp11,111 miliar atau Rp122,22 triliun.
Selain itu, terdapat sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan sebesar USD8,790 miliar atau Rp96,69 triliun, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar USD7,561 miliar atau Rp83,171 triliun. Sementara sektor lainnya dengan total sebesar USD16,819 miliar atau Rp185 triliun. (okz/adr)
Editor : Alamsah
BERITA LAINNYA +INDEKS
Sambut Hari Raya Idul Adha, PT Musim Mas Salurkan Hewan Qurban di Desa Sekitar Perusahaan
Radarpekanbaru.com – PT Musim Mas kembali menunjuk.
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
JAKARTA — Perempuan muda asal Riau, , sukses mencuri perhatian di ajang nasion.
Bupati Pelalawan Desak Penanganan Cepat Kelangkaan BBM di Pangkalan Kerinci
Radarpekanbaru.com - Bupati Pelalawan, Zukri Misran,.
BBM Langka, Ketua DPRD kabupaten Pelalawan Siap Panggil Pertamina, Pertamina Umumkan Stok BBM Riau Aman
Radarpekanbaru.com - Kelangkaan BBM di Riau kian par.
Dari Wisata ke Harapan: Z-Park Kerinci Skyland Hidupkan Asa 420 Mustahik
Radarpekanbaru.com – Di sudut Pangkalan Kerinci, s.
Tidak Hanya Z - Park, Pengurus MD KAHMI Pelalawan Dorong Baznas Untuk Bangun Pabrik Kelapa Sawit Untuk Fakir Miskin
Radarpekanbaru.com - Inovasi yang dilakukan oleh Baz.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








