• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2180 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4523 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4544 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4495 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4605 Kali

  • Home
  • Internasional

Sanksi Baru AS Membuat Rakyat Venezuela Makin Menderita

Redaksi Radarpku

Sabtu, 27 Juli 2019 11:18:06 WIB
Cetak
Sanksi Baru AS Membuat Rakyat Venezuela Makin Menderita

CARACAS -- Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu, tepatnya pada Kamis (25/7) mengumumkan sanksi terbaru terhadap Venezuela. Kali ini, babak baru sanksi itu menargetkan 10 orang dan 13 entitas yang diduga terkait dengan operasi program subsidi pangan Venezuela, Komite Lokal untuk Pasokan dan Produksi (CLAP).

 

 

Paul Dobson, seorang penulis untuk VenezuelAnalysis.com mengatakan sanksi terbaru AS menempatkan rakyat Venezuela seperti dalam sebuah pertaruhan. Ia menilai dengan menargetkan pengusaha dan perusahaan pihak ketiga berkolaborasi dengan negara Amerika Latin itu, maka hal ini berarti semakin mengintensifkan perang ekonomi AS melawan rakyat di dalamnya.

 

"Saya pikir hal pertama yang harus kami tunjukkan adalah ketika Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi ini, atau sanksi apa pun, mereka tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim mereka," kata Dobson, dilansir di Sputnik, Jumat (26/7).

 

Menurut siaran pers yang dikeluarkan Departemen Keuangan AS, disebutkan seorang warga Kolombia bernama Alex Nain Saab berada di belakang jaringan korupsi di Venezuela yang memungkinkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro secara signifikan mendapat keuntungan dari impor dan distribusi makanan di negaranya. Saab diduga terlibat dengan orang-orang di bawah kendali Maduro untuk melakukan korupsi yang digunakan guna mengeksploitasi populasi kelaparan di Venezuela.

 

“Departemen Keuangan AS menargetkan mereka yang berada di belakang skema korupsi Maduro yang canggih, serta jaringan global perusahaan-perusahaan tempur yang mendapat untung dari program distribusi makanan yang dikendalikan militer bekas rezim,” ujar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan.

 

Mnuchin juga mengatakan jaringan korupsi yang mengoperasikan program CLAP telah memungkinkan Maduro dan anggota keluarganya untuk mencuri dari rakyat Venezuela. Mereka dituding menggunakan makanan sebagai bentuk kontrol sosial, untuk menghargai pendukung politik dan menghukum lawan, sambil mengantongi uang berjumlah ratusan juta dolar, melalui sejumlah skema penipuan.

 

Tercatat sekitar enam juta keluarga di Venezuela menerima bantuan CLAP setidaknya satu kali dalam sebulan. Sebanyak 30 juta orang di negara itu juga dapat membeli makanan dan bahan pangan lainnya dengan harga terjangkau karena adanya subsidi di pasar lokal yang dikelola oleh program tersebut.

 

Karena itu, Dobson menilai sanksi yang diberikan AS kepada individu dan bisnis yang terhubung dengan sektor pangan Venezuela justru sangat mengancam akses rakyat di negara Amerika Selatan itu terhadap kebutuhan dasar mereka, yaitu makanan. Ia juga menekankan CLAP adalah program yang sangat bergantung pada impor.

 

“Gagasan awal program ini diluncurkan pada 2016 oleh pemerintah Venezuela dengan tujuan akan akan merangsang masyarakat mulai memproduksi dan mendistribusikan pada tingkat lokal yang sangat mikro.Ini secara efektif belum terjadi dan lebih dari 90 persen dari produk yang diterima orang di tas CLAP mereka diimpor,” ujar Dobson.

 

Karena itu, Dobson mengatakan sangat jelas sanksi terhadap pihak ketiga akan memiliki dampak cukup serius pada distribusi dan impor produk yang kita lihat di kotak CLAP dan berdampak langsung pada rakyat Venezuela. Ia juga menegaskan hal ini benar-benar akan memiliki konsekuensi politik.

 

Pemerintah Venezuela menyatakan tujuan AS dalam memberikan sanksi terhadap program CLAP adalah mencegah perusahaan yang terkena sanksi mengimpor barang-barang konsumen dan dengan demikian meningkatkan perang ekonomi melawan Venezuela. Di sisi lain, Washington telah lama mengklaim program CLAP digunakan oleh Maduro untuk mempertahankan kesetiaan rakyat Venezuela terhadap rezimnya.

 

Dobson mengatakan sanksi secara tidak langsung yang mempengaruhi sektor makanan telah diberikan kepada Venezuela seperti melalui pembatasan akses impor dan pembekuan rekening bank. Namun, ini pertama kalinya AS secara langsung menekan sektor ini.

 

“Dan ini adalah masalah bagi perut rakyat, baik mereka yang pro-pemerintah mamupun tidak, tapi orang-orang di Venezuela telah mengandalkan program CLAP ini untuk menjaga berat badan mereka, untuk dapat makan dengan baik dan memberi makan anak-anak mereka,” ujar Dobson.

 

Venezuela telah dilanda krisis dan kekacuan, seiring kondisi ekonomi di negara itu yang dilanda hiperinflasi. Pemerintahan yang dipimpin  Maduro dianggap  telah menciptakan situasi yang semakin buruk dengan kebijakan sosialis yang ia terapkan, serta pendahulunya mantan presiden Hugo Chavez.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang protes untuk menuntut kepemimpinan Maduro telah terjadi. Situasi dan kondisi di Venezuela kemudian semakin memburuk pada awal tahun ini ketika Guaido menyatakan diri sebagai presiden sementara.

 

Setidaknya 50 negara, termasuk AS telah mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela. Namun, Rusia dan beberapa negara lainnya telah menolak klaim tersebut dan mengatakan Maduro, serta pendahulunya Chavez sebagai pemimpin negara yang sah.

 

Warga Venezuela juga telah dihadapkan pada situasi di mana pemadaman listrik secara besar-besaran terjadi, khususnya Ibu Kota Caracas. Banyak dari mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti air dan makanan karena tidak tersedianya akses listrik selama  hampir satu pekan pada Maret lalu. Sejak krisis melanda Venezuela, lebih dari satu juta warga negara itu dilaporkan melarikan diri ke Kolombia. (rep)

 

 
 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 2 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 3 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 4 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 5 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 6 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
  • 7 SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com