• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2160 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4501 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4521 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4476 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4584 Kali

  • Home
  • Internasional

Taliban Batalkan Pembicaraan Damai Afghanistan dengan AS

Redaksi Radarpku

Rabu, 09 Januari 2019 11:10:01 WIB
Cetak
Taliban Batalkan Pembicaraan Damai Afghanistan dengan AS
Milisi Taliban yang ditangkap oleh polisi perbatasan Afghanistan ketika mencoba menerobos perbatasan di Provinsi Nangarhar.

KABUL -- Taliban Afghanistan pada Selasa (8/1) mengatakan mereka telah membatalkan pembicaraan perdamaian dengan para pejabat Amerika Serikat di Qatar pekan ini.

Taliban beralasan adanya ketidaksepakatan dalam agenda pembahasan terutama menyangkut keterlibatan para pejabat Afghanistan serta kemungkinan gencatan senjata dan pertukaran tahanan. Sebelumnya, pembicaraan perdamaian dijadwalkan akan digelar pada Rabu selama dua hari, menurut pernyataan beberapa pejabat Taliban kepada Reuters. Namun, kelompok gerilyawan itu menolak para pejabat Afghanistan bergabung dalam pembicaraan.

 

Duta Besar AS di Kabul John Bass pada Rabu mencuit bahwa laporan-laporan soal pembicaraan antara AS dan Taliban "tidak akurat". Ia menambahkan, "Taliban perlu berbicara kepada sesama rakyat Afghanistan seperti layaknya mereka berbicara kepada media." Pernyataan terpisah yang dicuitkan oleh Kedutaan Besar AS untuk Afghanistan menekankan bahwa pembicaraan antara pihak-pihak Afghanistan sangat penting dilakukan guna dapat menyelesaikan konflik.

 

Kementerian Luar Negeri AS kemudian mengumumkan bahwa Utusan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad akan memimpin delegasi antarlembaga ke India, Cina, Afghanistan, dan Pakistan mulai 8 Januari. Delegasi itu akan melakukan pertemuan dengan para pejabat tinggi pemerintah setiap negara untuk "memudahkan penyelesaian politik antara pihak-pihak Afghanistan".

 

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan Khalilzad terus mengkoordinasikan upayanya dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Kepala Eksekutif Abdullah Abdullah, serta pihak-pihak terkait lainnya di Afghanistan.  "Tujuan AS adalah untuk memajukan dialog di antara pihak-pihak di Afghanistan soal bagaimana mengakhiri konflik, serta mendorong mereka berkumpul di meja perundingan guna mencapai penyelesaian politik," bunyi pernyataan itu.

 

Perang di Afghanistan merupakan intervensi militer Amerika paling lama di luar negeri. Perang tersebut telah membuat Washington mengeluarkan hampir 1 triliun dolar AS (lebih dari Rp1,4 kuadriliun) serta menewaskan puluhan ribu orang. Laporan bulan lalu, bahwa Presiden Donald Trump akan menarik ribuan tentara AS dari Afghanistan, telah memunculkan ketidakpastian di Kabul. Afghanistan bergantung pada Amerika Serikat serta negara-negara kuat lainnya untuk mendapat bantuan dan pelatihan militer.

 

Seorang narasumber di Taliban mengatakan kepada Reuters bahwa para pejabat AS telah bersikeras agar Taliban bertemu dengan para pejabat Afghanisan di Qatar. Sumber itu mengatakan "kedua pihak tidak setuju soal menyatakan gencatan senjata pada 2019."Seorang pemimpin Taliban sebelumnya mengatakan bahwa pembicaraan di Qatar, yang seharusnya akan menjadi putaran keempat dengan Khalilzad, akan membahas masalah penarikan pasukan AS, pertukaran tahanan, serta pencabutan larangan bepergian bagi para pemimpin Taliban.

 

Sumber-sumber di Taliban mengatakan mereka meminta AS membebaskan 25 ribu tahanan dan, sebagai imbalannya, mereka akan membebaskan 3.000 tahanan. Tapi, pejabat-pejabat AS dikabarkan tidak ingin membahas pertukaran tahanan pada tahap ini.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:09:12 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
09 Oktober 2026
4.127 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Terbanyak Muncul di Sumsel
09 Oktober 2026
Malaikat atau Orang yang Saleh, Mana yang Lebih Utama?
09 Oktober 2026
Komisi II DPR Dorong Pembentukan Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
09 Oktober 2026
400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan
09 Oktober 2026
3 Pesawat Sempat Holding di Langit Riau, Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
08 Oktober 2026
Hotspot Sumatra Melonjak 4.845 Titik, Riau Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
08 Oktober 2026
Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah
08 Oktober 2026
Mantan Sekda Kabupaten Masuk Pemko Pekanbaru, Eks Sekda Rohul Dilantik Jadi Sekretaris DPMPTSP
08 Oktober 2026
PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran
08 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
  • 2 4.127 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Terbanyak Muncul di Sumsel
  • 3 Malaikat atau Orang yang Saleh, Mana yang Lebih Utama?
  • 4 Komisi II DPR Dorong Pembentukan Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
  • 5 400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan
  • 6 3 Pesawat Sempat Holding di Langit Riau, Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
  • 7 Hotspot Sumatra Melonjak 4.845 Titik, Riau Naik Lebih dari Dua Kali Lipat

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com