• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3610 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3599 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3571 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3653 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3586 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Benarkah Hadits Mayit Disiksa Akibat Tangisan Keluarga?

Redaksi Radarpku

Kamis, 04 Juni 2020 08:35:12 WIB
Cetak
Benarkah Hadits Mayit Disiksa Akibat Tangisan Keluarga?

RADARPEKANBARU.COM - Dalam beberapa hadits Rasulullah menyatakan seorang mayit akan disiksa akibat tangisan keluarganya kepadanya, di antara hadits tersebut ialah:

? ???? ????-  ????? ?????????? ??????????? ????????? ???????? ????????.

??? ???????? : ????.

Telah menceritakan kepada kami Hanad bin Sariyyi dari Abdah dan Abu Mu’awiyyah, dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya, dari Ibnu Umar ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya seorang mayit diadzab dikarenakan tangisan keluarganya kepadanya (H.R Abu Dawud No. 3131).

Menurut al-Albani, hadits ini shahih. Selain itu dalam kitab Shahih al-Bukhari No. 1286, dan juga Shahih MuslimNo. 927 disebutkan hadits yang sama matan, namun berbeda sanadnya.

Selain itu, dalam riwayat al-Baihaqi disebutkan:

?????????? ???????? ???? ????? ?????? ???? ?????? ????? ???????? ????? ?????? ???? ?????? ???? ??????????? ?????? ??????? ?????? ???? ?????????? -??? ???? ???? ????- ????? : ?????????? ????????? ????????? ???????? .

Telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Abu Bakar bin Hafsh ia berkata: aku telah mendengar Ibnu Umar dari Umar bin Khatab r.a dari Nabi saw. ia bersabda: seorang mayit akan disiksa dengan sebab tangisan orang yang masih hidup. (H.R al-Baihaqi No. 7416).

Beberapa hadits di atas mengindikasikan bahwa seorang mayit akan disiksa dengan sebab kematiannya ke alam Barzakh ditangisi oleh keluarga, saudara, maupun orang yang masih hidup, padahal Allah telah berfirman dalam beberapa ayat berikut:

????? ?????? ????? ???????? ?????????

Setiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya (Al Mudatsir: 38)

????? ?????? ????????? ?????? ???????

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain(QS. 6:164) (QS. 17:15) (QS. 35:18) (QS. 39:7).

?????? ?????? ????????????? ?????? ??? ?????

Dan tidaklah manusia memperoleh selain apa yang telah ia usahakan (QS. An-najm: 39)

Semua hadits, dan ayat-ayat Qur’an tersebut ketika difahami sekilas menimbulkan suatu ta’arudl atau pertentangan. Hadits-hadits tersebut menyatakan bahwa seorang mayit akan dihukum disebabkan tangisan keluarganya, sedangkan ayat-ayat Qur’an tersebut menyatakan bahwa tidaklah seseorang yang telah meninggal akan mendapatkan hukuman, siksaan, atau adzab melainkan karena perbuatannya sendiri. Maka, untuk mengetahui korelasi dari ayat-ayat dan hadits-hadits tersebut, masih dibutuhkan beberapa hadits yang akan menjadi mubayyin dan mukhasisnya.

Memaknai hadits-hadits yang menyatakan bahwa seorang mayit akan diadzab karena tangisan keluarganya tersebut, maka harus mengacu pada riwayat-riwayat yang lain. Dalam suatu riwayat Rasulullah bersabda:

???? ???????????? ?????? ??????? ?????????????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ???????????????? ???? ????? ???????? ????????? ????? ????? ????????

Dari Mughirah r.a ia berkata: aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: barangsiapa yang (kematiannya) diratapi, maka dia disiksa karena ratapan yang ditujukan kepadanya.

Dalam riwayat yang lain disebutkan, suatu ketika Rasulullah menjenguk Sa’ad bin Ubadah yang tengah dirundung kesedihan karena salah satu anggota keluarganya sakit keras. Melihat suasana sedih tersebut Rasulullah saw. bertanya, apakah dia sudah meninggal? Keluarganya menjawab, belum wahai Rasulullah. Melihat hal itu Rasulullah pun menangis. Karena Rasulullah menangis, para sahabatpun ikut menangis, lalu kemudian Rasulullah bersabda:

????? ??????????? ????? ??????? ??? ????????? ???????? ????????? ????? ???????? ????????? ???????? ????????? ??????? ????????? ????? ????????? ???? ???????? ??????? ?????????? ????????? ????????? ???????? ????????

Tidakkah kalian mendengar, bahwa Allah tidak menyiksa disebabkan tetesan air mata atau kesedihan hati. Akan tetapi Allah menyiksa dan merahmati seseorang disebabkan ini-beliau menunjuk ke lisannya- sesungguhnya mayit itu diadzab disebabkan tangisan keluarganya (HR. Bukhari 1304, dan Muslim 924).

Berdasarkan dua hadits di atas, maka bisa diambil kesimpulan bahwa tangisan yang mengakibatkan seseorang diadzab dalam kuburnya adalah tangisan yang disertai dengan ratapan. Tangisan yang demikian menandakan bahwa keluarga mayit tidak terima dengan kematiannya, dan rasa ketidakterimaannya tersebut mengasumsikan bahwa orang yang ditinggal mati tersebut tidak terima dengan taqdir Allah.

Adapun jika tangisan dari keluarga hanya sebagai ungkapan kesedihan, maka menahannya adalah hal yang di luar kemampuan manusia. Bahkan, berdasarkan kejadian yang dialami Rasulullah tersebut, beliau juga tidak bisa menahan tangis karena kematian seseorang. Selain itu, Rasulullah pun juga menangis ketika anak kandungnya -Ibrahim- meninggal. Namun, tangisan dari Rasulullah tersebut hanya sebagai ungkapan kesedihan saja, bukan merupakan niyahah.

Selain itu, beberapa ulama memahami maksud hadits-hadits mengenai adzab bagi mayit tersebut hanya berlaku bagi orang kafir –non muslim- saja. Pendapat yang demikian ini berdasarkan pada sebuah hadits:

????? ????? ???????? ?????? ??????? ????????? ???????? ????? ?????? ?????? ??????? ?????? ???????? ?????? ??????????? ?????? ??????? ??????? ????????? ?????? ??????? ?????? ????????? ??? ??????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ??????? ??????????? ??????????? ????????? ???????? ???????? ????????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ????? ??????? ????????? ?????????? ???????? ????????? ???????? ????????

Ibnu Abbas r.a berkata ketika meninggalnya Umar r.a, aku menyebutkan hal itu kepada Aisyah r.a, lalu ia pun berkata: semoga Allah merahmati Umar, demi Allah Rasulullah dahulu tidak bersabda: Sesungguhnya Allah akan mengadzab seorang mu’min karena tangisan keluarganya kepadanya, akan tetapi Allah akan menambah adzab terhadap orang kafir disebabkan tangisan keluarganya kepadanya (H.R. Bukhari No. 1288).

Pendapat di atas -yang terakhir- dengan pendapat sebelumnya sebenarnya tidak bertentangan, meskipun berbeda kesimpulan. Jadi memaknai hadits-hadits tentang seorang mayit yang akan diadzab disebabkan tangisan keluarganya tersebut bisa difahami dengan dua pendapat yang telah dipaparkan di atas.

Jika ditelisik lebih lanjut mengenai substansi hadits-hadits tersebut, maka akan timbul pertanyaan “mengapa mayit ikut disiksa hanya karena tangisan orang yang ditinggalnya, sedangkan ia tidak melakukan apapun?”.Menurut imam al-Bukhari, dan juga kelompok Dhahiri, bahwa yang dimaksudkan siksaan yang diterima mayit tersebut adalah jika seseorang yang sebelum meninggal telah lebih dahulu berwasiat untuk ditangisi ketika ia meningal kelak, maka dengan perbuatannya ini ia mendapatkan adzab.

Imam an-Nawawi menambahkan keterangan, jumhur ulama memahami bahwa makna hadits tersebut berlaku jika seorang mayit berwasiat agar ia ditangisi dan diratapi setelah kematiannya, dan lalu wasiatnya tersebut dilaksanakan. Atas wasiat yang ia lakukan tersebut, maka ia mendapatkan adzab, karena dialah yang menjadi perantara keluarganya melakukan niyahah.

Memaknai lafazh adzab dalam hadits-hadits tersebut, para ulama’ berpendapat bahwa maksudnya adalah hinaan dari malaikat terhadap si mayit karena ratapan keluarganya. Hal ini berdasarkan dari suatu hadits riwayat Ahmad dari Abu Musa secara marfu’, yaitu:

???????? ????????? ????????? ??????? ????? ??????? ??????????? ??? ????????? ??? ?????????? ?????? ????????? ???????? ???? ?????? ????????? ?????? ??????????

Seorang mayit akan diadzab karena tangisan orang yang hidup atasnya, ketika orang yang terisak menangis berkata: siapakah penolongku? Siapakah yang akan membantuku? Maka akan dikatakan kepada si mayit kamulah penolongnya, kamulah yang akan membantunya.(H.R Ibnu Majah, dan at-Tirmidzi)

Selain itu, pemaknaan kata adzab juga bisa difahami dari sudut pandang lain, yaitu sudut pandang implikasinya terhadap keluarga mayit. Dikarenakan keluarga mayit menangisi dengan cara yang berlebihan, maka dampaknya adalah menjadikan keluarganya hanya sibuk menangisi kematiannya, dan enggan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lain.

Kesimpulannya adalah, maksud dari hadits mengenai hukuman, dan adzab kepada mayit tersebut menurut para ulama adalah tangisan yang disertai ratapan, dan juga tangisan yang dialamatkan kepada orang kafir. Lebih lanjut dijelaskan oleh para ulama bahwa ratapan dari keluarga mayit tersebut merupakan wasiat dari mayit sebelum ia meninggal dunia. Adapun makna dari adzab bagi mayit, menurut ulama bukanlah adzab berupa siksaan, akan tetapi adzab berupa celaan kepada mayit di dalam kuburnya sebagaimana hadits yang kami paparkan terakhir tersebut.

Wallahua’lam. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:44:30 WIB

RADARPEKANBARU.COM -  Ketika suatu wilayah dila.

Dakwatuna

Jalan Hidup Dakwah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:02:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Tidak sedikit orang yang mengak.

Dakwatuna

Jangan Tinggalkan Sholat Istikharah Meski Sudah Yakin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:24:51 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsy.

Dakwatuna

Ancaman bagi yang tidak Cebok setelah Buang Air Kecil

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:56:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ajaran.

Dakwatuna

Kisah Anak Kecil, Penyihir, dan Rahib Sekaligus 30 Hikmah Penting yang Patut Direnungkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:52:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pada suatu masa, seorang raja m.

Dakwatuna

Banyak Bersyukur, Hidup Berkah dan Masuk ke Surga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:53:14 WIB

 Allah SWT memerintahkan manusia untuk.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
24 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
24 Agustus 2026
Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
24 Agustus 2026
Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
24 Agustus 2026
Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
24 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
24 Agustus 2026
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
23 Agustus 2026
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
22 Agustus 2026
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
22 Agustus 2026
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
22 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
  • 2 Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
  • 3 Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
  • 4 Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
  • 5 Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
  • 6 Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
  • 7 PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com