RADARPEKANBARU.COM - Setelah viral di media sosial, Pemerintah Kabupaten Kampar langsung turun ke Sekolah Jarak Jauh SD Negeri 007 Tapung yang kondisinya memprihatinkan, Rabu (16/9/2029).
Sebelumnya viral di media sosial sebuah bangunan sekolah dasar yang memprihatinkan. Bagaimana tidak banguna sekolah ini hanya berdinding triplek, tanpa plafon dan tanpa fasilitas penunjang proses belajar mengajar yang memadai.
Sebuah video yang beredar di media sosial itu seorang perempuan mengaku bernama Romawati, guru sekolah jauh dari SD Negeri 007 Tapung. Dalam video itu Roma menceritakan kondisi sekolahnya yang kondisinya cukup memprihatinkan.
Dari video terlihat sebuah bangunan sekolah yang sangat sederhana, terdiri dari tiga ruang belajar itu tampak hanya berdinding triplek. Di bagian dalam tidak ada plafon dan kelihatan jelas begitu sederhananya sekolah ini. Ia minta perhatian semua pihak agar sekolah ini layak dijadikan tempat menuntut ilmu bagi generasi mendatang.
Menurut informasi yang dirangkum ada Rabu (16/9/2026), sekolah ini merupakan sekolah jauh dari SDN 007 dan letaknya cukup jauh dari perkampungan yang dihuni mayoritas masyarakat Desa Sungai Ogung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Sekolah Jauh ini menurut informasi telah berdiri sejak 22 tahun silam. Pihak guru di sekolah itu sudah sering menyampaikan proposal usulan, tapi tak kunjung ada perhatian. Hanya ada tiga orang guru yang bertugas di sana, termasuk Romawati. Merekapun belum berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Video memang baru beredar, namun mampu menyedot perhatian publik dan tokoh masyarakat di Kabupaten Kampar, khususnya di Tapung.
Respon Disdikpora
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Diadikpora) Kabupaten Kampar Helmi menjelaskan bahwa sekolah tersebut benar merupakan Sekolah Jauh SD 007 Tapung.
Menurut Helmi, pihaknya telah menurunkan konsultan dinas ke sekolah tersebut pada Rabu (16/9/2026). “Insya Allah di APBD Perubahan kami tangani,” cakap Helmi.
Ia menambahkan, sekolah tersebut merupakan kelas jauh di perkebunan kelapa sawit yang jaraknya sekira 17 kilometer dari sekolah induk. Karena sekolah induknya jauh dari pemukiman mereka maka dibuatlah sekolah jauh ini. “Sekolah induknya bagus,” beber Helmi.
Dari foto yang dikirimkan Plt Kadisdikpora Kampar, ikut dalam peninjauan ini Camat Tapung Yorin Effendi dan sejumlah pejabat Disdikpora.(ckc)