RADARPEKANBARU.COM - Setelah beberapa hari kualitas udara di Kota Pekanbaru membaik, hari ini warga Pekanbaru kembali harus berhadapan dengan kualitas udara yang mengkhawatirkan.
Asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat kualitas udara di Ibu Kota Provinsi Riau berada pada kategori Tidak Sehat.
Pantauan IQAir pada Senin 14 September 2026 pukul 08.00 WIB mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI? US) Pekanbaru berada di angka 170.
Sementara itu, polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 83,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kondisi ini menjadi alarm bagi masyarakat, terutama kelompok rentan yang lebih mudah terdampak buruk oleh paparan partikel halus di udara.
Dalam pantauan tersebut, IQAir menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kategori Tidak Sehat. Artinya, paparan udara luar ruangan perlu menjadi perhatian, khususnya ketika masyarakat melakukan aktivitas dalam waktu cukup lama.
Selain mencatat kualitas udara, IQAir juga melaporkan kondisi cuaca Pekanbaru pada pagi hari dengan suhu sekitar 26 derajat Celsius. Kecepatan angin tercatat 7 kilometer per jam, sementara kelembapan udara mencapai 78 persen.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Masyarakat yang merasakan dampak asap atau memiliki aktivitas di luar ruangan diimbau meningkatkan kewaspadaan. Penggunaan masker yang sesuai dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk menjadi langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Kondisi kualitas udara Pekanbaru sendiri dapat berubah dengan cepat, tergantung perkembangan Karhutla, arah dan kecepatan angin, hujan, serta kondisi atmosfer.
Masyarakat disarankan terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.(roc)