RADARPEKANBARU.COM - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru kembali berjalan lancar, aman, dan normal, Senin (14/9/2026) pagi, setelah sehari sebelumnya sempat terkendala jarak pandang rendah.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan berdasarkan kondisi terkini pada Senin pukul 09.13 WIB, jarak pandang di bandara berada pada kisaran 3.700 hingga 4.000 meter.
"Alhamdulillah kondisi normal," ujar Achmad, Senin (14/9/2026).
Ia mengatakan, dengan kondisi jarak pandang tersebut, operasional penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru berlangsung lancar dan aman.
"Jarak pandang (visibility) berada pada angka 3.700-4.000 meter. Status operasional, aktivitas penerbangan berjalan lancar, aman, dan normal," jelasnya.
Sebelumnya, pada Minggu (13/9/2026), kondisi jarak pandang di Bandara SSK II sempat menurun dan berdampak terhadap proses pendaratan pesawat.
Pesawat Lion Air JT292 yang hendak mendarat di Pekanbaru harus mengalihkan pendaratan (divert) ke Bandara Hang Nadim Batam.
Achmad menjelaskan, keputusan tersebut diambil karena jarak pandang atau visibility tidak memenuhi batas aman ketika pesawat Lion Air akan melakukan pendaratan.
"Info dari Tower bahwa pesawat Lion divert to BTH karena jarak pandang atau visibility rendah ketika pesawat Lion mau landing," kata Achmad, Minggu (13/9/2026).
Ia menyebut kondisi jarak pandang rendah tersebut terpantau ketika pesawat sudah berada di jalur pendaratan dengan ketinggian minimum 400 kaki.
"Insight the runway at minimum 400 ft," jelasnya.
Namun, kondisi tersebut tidak berlanjut hingga hari ini. Dengan jarak pandang yang sudah berada di kisaran 3.700-4.000 meter, aktivitas penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru kembali berlangsung normal.(ckc)