RADARPEKANBARU.COM - Kota Pekanbaru meraih empat penghargaan dalam ajang perdana IMT-GT Green City Award 2026. Capaian tersebut menjadi pengakuan internasional terhadap upaya Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengembangkan kota menuju Metropolitan Green City.
Empat penghargaan itu diraih dalam kategori berbeda. Pekanbaru memperoleh penghargaan emas atau Juara I kategori Education for Sustainable Development, penghargaan perak atau Juara II kategori Urban Biodiversity and Ecosystem Management, serta penghargaan perunggu atau Juara III kategori Solid Waste Management.
Selain itu, Walikota Pekanbaru Agung Nugroho juga menerima Certificate of Recognition untuk kategori Sustainable Transportation and Low-Carbon Mobility.
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian kepada Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar yang hadir mewakili Agung Nugroho. Penyerahan berlangsung dalam Gala Dinner di Hotel JW Marriott Medan.
Ajang IMT-GT Green City Award merupakan bagian dari rangkaian pertemuan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) 2026 yang digelar di Sumatera Utara. Forum tersebut melibatkan 35 provinsi dan negara bagian dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Rangkaian pertemuan kemudian berlanjut hingga Pertemuan Menteri IMT-GT ke-32 yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Forum tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir dan Wakil Menteri pada Kantor Perdana Menteri Thailand Thanadit Raktabutr.
Malam penganugerahan juga dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga internasional, termasuk Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Sekretariat ASEAN, Asian Development Bank, serta kepala pemerintahan daerah dari tiga negara.
Agung mengatakan empat penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap arah pembangunan Pekanbaru sebagai kota hijau.
“Alhamdulillah, ini bukan penghargaan biasa. Pekanbaru dinilai dalam forum internasional yang melibatkan tiga negara dan dihadiri para menteri, kepala daerah, ASEAN, serta Asian Development Bank. Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa arah pembangunan Pekanbaru menuju Metropolitan Green City sudah berada di jalur yang benar,” ujar Agung.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari program Pekanbaru Lestari yang mencakup sejumlah aspek, mulai dari pendidikan lingkungan, perlindungan ekosistem perkotaan, penghijauan, pengelolaan sampah hingga pengembangan transportasi rendah emisi.
Agung menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan masyarakat.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh masyarakat, petugas kebersihan, sekolah, komunitas, dunia usaha, Pak Wakil Walikota, dan seluruh jajaran Pemko Pekanbaru yang terus bekerja mendukung perubahan kota,” katanya.
Meski demikian, Agung menegaskan penghargaan tersebut bukan berarti seluruh persoalan lingkungan di Pekanbaru telah selesai. Ia menyebut masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar pembangunan kota hijau dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Penghargaan ini justru menjadi tanggung jawab bagi saya untuk bekerja lebih keras. Tujuan akhirnya bukan sekadar mendapatkan piala, tetapi menjadikan Pekanbaru semakin bersih, hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Markarius Anwar mengatakan dirinya hadir dalam acara tersebut untuk menerima penghargaan atas nama Walikota Pekanbaru.
“Saya hadir mewakili Pak Walikota Agung Nugroho. Penghargaan ini merupakan pengakuan terhadap kepemimpinan dan komitmen beliau dalam membawa Pekanbaru menuju kota hijau dan berkelanjutan,” jelas Markarius.
Agung kemudian mempersembahkan capaian tersebut kepada seluruh masyarakat Pekanbaru.
“Dari Pekanbaru, kita membuktikan bahwa pemerintah daerah juga mampu mencatatkan prestasi dan membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional,” tutupnya.(ckc)