Kanal

Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir

Radarpekanbaru.com - Rangkaian Masa Ta'aruf Al Azhar Bagi Siswa (MTABS) SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong, Kabupaten Bogor, resmi ditutup dengan meriah, Minggu (16/8/2026). Penutupan kegiatan diwarnai pentas seni siswa dan dihadiri tokoh agama, unsur pemerintahan, aparat keamanan hingga perwakilan orang tua murid.

SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong merupakan sekolah menengah atas swasta berbasis asrama (boarding school) di bawah naungan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar. Sekolah berakreditasi A tersebut berlokasi di Jalan Raya Palalangon, Kampung Pasir Menjul, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

MTABS menjadi bagian penting dalam proses pengenalan siswa terhadap lingkungan dan budaya sekolah. Tak sekadar mengenalkan aktivitas pendidikan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, serta menanamkan nilai-nilai keislaman sejak awal kepada para peserta didik.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara penutupan, di antaranya Kepala Seksi Keagamaan SMP dan SMA Islam Al Azhar Ustadz Fauzi Rahman, M.Pd., Ketua MUI Kecamatan Cigombong KH. Zenal A. Nurmuhtadin, S.Ag., serta perwakilan Kepala KUA Kecamatan Cigombong melalui Penyuluh KUA.

Hadir pula perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Kepala SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Ustadz Firman Adi Saputra, M.Pd., Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Wakil Bidang Kesiswaan yang mewakili SMP Negeri 2 Cigombong.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang religius, berkarakter dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Kepala Sekolah: MTABS Jadi Awal Membentuk Karakter Siswa

Kepala SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong, Ustadz Firman Adi Saputra, M.Pd., mengatakan berakhirnya MTABS bukanlah akhir dari proses pembentukan karakter siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut justru menjadi langkah awal bagi siswa untuk menjalani proses pendidikan dengan disiplin, tanggung jawab dan semangat berprestasi.

"MTABS bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah. Ini merupakan langkah awal untuk membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian dan kebersamaan siswa. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari," kata Firman dalam sambutannya.

Firman juga mengajak para siswa memanfaatkan kesempatan belajar di lingkungan Al Azhar dengan sebaik-baiknya. Dukungan dan komunikasi antara sekolah dengan orang tua, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mendampingi perkembangan siswa selama menjalani pendidikan.

Ketua MUI: Ilmu Harus Berjalan Bersama Akhlak

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Cigombong KH. Zenal A. Nurmuhtadin, S.Ag., menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan, agama dan akhlak dalam pendidikan generasi muda.

"Pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki iman, adab dan akhlak yang baik. Ilmu harus berjalan bersama agama dan akhlak agar kelak mereka mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan agama," ujar Zenal.

Ia berharap lingkungan pendidikan Al Azhar terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang memiliki kemampuan akademik sekaligus fondasi keagamaan yang kuat.

Pentas Seni Siswa Curi Perhatian

Suasana penutupan MTABS semakin meriah dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas siswa-siswi SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong.

Berbagai penampilan siswa berhasil menarik perhatian tamu undangan dan orang tua yang hadir. Pentas seni tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses pendidikan memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, kepercayaan diri dan bakat di luar bidang akademik.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Dukungan guru, Jamiyah dan OTM (Orang Tua Murid) turut menambah semangat siswa yang tampil di hadapan para tamu.

Sinergi Sekolah, Jamiyah dan Orang Tua

Kesuksesan rangkaian MTABS hingga acara penutupan tak lepas dari sinergi pihak sekolah, Jamiyah dan OTM. Keterlibatan orang tua dinilai menjadi bagian penting karena pendidikan dan pembentukan karakter anak membutuhkan kolaborasi antara sekolah dan keluarga.

Sinergi tersebut diharapkan terus diperkuat selama proses pendidikan berlangsung, terutama dalam mendampingi perkembangan akademik, karakter, keagamaan serta potensi masing-masing siswa.

Dengan berakhirnya MTABS, para siswa SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong kini memasuki perjalanan pendidikan dengan lingkungan dan semangat baru. Mereka diharapkan mampu menjaga kedisiplinan, membangun prestasi serta menerapkan nilai-nilai keislaman dan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.

Penutupan yang berlangsung meriah sekaligus menjadi pesan bahwa pendidikan merupakan kerja bersama antara sekolah, keluarga, tokoh agama, masyarakat dan pemerintah dalam mempersiapkan generasi masa depan.(rls)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER