Kanal

Ketika Muhammad SAW Belia Diselamatkan Rahib dari Ancaman Yahudi Pembunuh

RADARPEKANBARU.COM - Orang-orang Yahudi dikisahkan telah membunuh beberapa nabi dan orang-orang saleh.

Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Ad-Durr al-Mantsur fi Tafsir al-Ma’tsur (1/178) menyebutkan bahwa Bani Israil dalam satu hari membunuh 300 Nabi, kemudian mereka beraktivitas di pasar pada sore harinya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Ibnul Qayyim menyebutkan, “Generasi yang datang setelah Nabi Musa, mereka adalah pembunuh para Nabi. Mereka membunuh Nabi Zakaria dan putranya, Nabi Yahya, serta banyak Nabi-nabi lainnya. Hingga dalam waktu sehari mereka membunuh 70 Nabi, lalu mereka pergi ke pasar di sore hari, seolah-olah mereka tidak berbuat kesalahan apapun.” (Hidayah al-Hayara, halaman 19)

Sebagian ahli tafsir seperti Al-Baidhawi menyebutkan beberapa nama nabi yang dibunuh Bani Israil, “Mereka membunuh Isya’ya, Zakaria, Yahya, dan nabi-nabi lainnya yang mereka tahu itu tidak dibenarkan. Karena mereka tidak memiliki keyakinan bolehnya membunuh para nabi. Namun mereka lakukan itu karena mengikuti hawa nafsu dan cinta dunia.” (Tafsir al-Baidhawi, halaman 331)

Dikisahkan Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam Sirah Nabawiyah, ketika Nabi Muhammad SAW masih kecil baru berusia sekitar 12 tahun, seorang rahib mencegah Nabi Muhammad bertemu dengan orang-orang Yahudi yang dapat mencelakainya. Sebab, sejak Nabi Muhammad masih kecil tanda-tanda Kenabian sudah terlihat pada diri beliau.

Kisahnya berawal ketika usia Nabi Muhammad SAW mencapai usia 12 tahun, ada yang berpendapat 12 tahun lebih dua bulan dan sepuluh hari. Abu Thalib mengajak Nabi Muhammad SAW pergi berdagang dengan tujuan ke daerah Syam.

Abu Thalib dan Nabi Muhammad SAW yang masih berusia 12 tahun tiba di Bushra, suatu daerah yang termasuk daerah Syam dan menjadi ibukota Hauran. Daerah tersebut merupakan ibukotanya orang-orang Arab, meskipun di bawah kekuasaan bangsa Romawi pada waktu itu.

Di Bushra ini ada seorang rahib yang dikenal dengan sebutan Bahira. Nama asli rahib tersebut adalah Jurjis.

Ketika rombongan Abu Thalib yang membawa Nabi Muhammad SAW yang masih berusia 12 tahun singgah di daerah Bushra, tiba-tiba sang rahib menghampiri mereka, dan mempersilakan mereka mampir di tempat tinggalnya sebagai tamu kehormatan.

Padahal sebelumnya, rahib Bahira tidak pernah keluar. Namun begitu rahib Bahira mengetahui ada anak 12 tahun yakni Nabi Muhammad SAW yang memiliki sifat-sifat terpuji layaknya Nabi, dia menghampiri Nabi Muhammad SAW.

Rahib Bahira memegang tangan Nabi Muhammad SAW yang masih berusia 12 tahun. Rahib Bahira berkata, "Anak ini adalah pemimpin semesta alam, anak ini akan diutus Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam."

Abu Thalib bertanya kepada rahib Bahira, "Dari mana kamu tahu hal itu?"

Rahib Bahira menjawab, "Sebenarnya sejak kalian tiba di Aqabah tidak ada bebatuan dan pepohonan pun yang tidak tunduk dan bersujud, mereka tidak sujud kecuali kepada seorang Nabi. Aku juga bisa mengetahui dari stempel Nubuwah yang berada di bagian bawah tulang rawan bahunya yang menyerupai buah apel, kami juga bisa mendapatkan tanda itu di dalam Kitab kami."

Kemudian rahib Bahira meminta agar Abu Thalib bersama Nabi Muhammad SAW kembali pulang dan tidak melanjutkan perjalanan ke Syam.

Hal ini karena rahib Bahira takut ada gangguan dari pihak orang-orang Yahudi kepada Nabi Muhammad SAW yang masih berusia 12 tahun. Maka Abu Thalib mengirim Nabi Muhammad SAW bersama beberapa pemuda agar kembali ke Makkah.

Allah SWT berfirman mengabarkan tentang kelakuan orang-orang Yahudi yang telah membunuh beberapa Nabi dan orang-orang saleh. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Innal-la??na yakfur?na bi'?y?till?hi wa yaqtul?nan nabiyy?na bigairi ?aqq(in), wa yaqtul?nal-la??na ya'mur?na bil-qis?i minan-n?s(i), fabasysyirhum bi‘a??bin al?m(in).

Sesungguhnya orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan membunuh manusia yang memerintahkan keadilan, sampaikanlah kepada mereka kabar ‘gembira’ tentang azab yang pedih. (QS Ali Imran Ayat 21)(rep)

 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER