RADARPEKANBARU.COM - Salah seorang istri Nabi Muhammad SAW ialah 'Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq. Acap kali, pernikahan keduanya keliru dipahami. Kesalahpahaman itu bahkan menjadi pembenaran untuk melakukan praktik pernikahan anak.
Rujukan justifikasi itu sering kali ialah hadis yang diriwayatkan Hisyam bin Urwah, yakni "Dari' Aisyah bahwa Nabi SAW menikahinya ketika berumur enam tahun dan memulai hidup bersama ketika usianya sembilan tahun."
Menurut Siti' Aisyah dalam artikelnya, "Usia Pernikahan Dalam Keluarga Sakinah", riwayat tersebut seyogianya diselidiki secara historis dan sosiologis. Pertama-tama, lanjut tokoh organisasi 'Aisyiyah itu, hadis di atas hanya berasal dari riwayat Hisyam bin Urwah. Sehingga, Hisyam sendirilah yang menceritakan usia 'Aisyah saat dinikahi Rasulullah SAW.
"Hisyam pun baru meriwayatkan hadis ini pada saat di Irak ketika usianya memasuki 71 tahun," terang tokoh organisasi' Aisyiyah itu dalam artikelnya di laman resmi Pimpinan Pusat 'Aisyiyah.
Tentang Hisyam, Ya'qub bin Syaibah pernah berkata. Menurut sang ulama yang menjadi rujukan dua ahli hadis kenamaan, Imam Bukhari dan Imam Muslim, Hisyam memang patut dikritik.
Ya'qub menekankan, "apa-apa yang dituturkan Hisyam sangat tepercaya kecuali yang diceritakannya saat ia menetap di Irak." Ibnu Syaibah menambahkan, Anas bin Malik menolak penuturan Hisyam yang dilaporkan kepada penduduk Irak. Tatkala usia Hisyam sudah lanjut, ingatannya sangat menurun.
"Dengan demikian, riwayat yang menyebutkan usia pernikahan 'Aisyah yang bersumber dari Hisyam bin Urwah patut dikritisi pula," katanya.
Lantas, secara telaah historis, berapa sebenarnya usia' Aisyah tatkala mulai menjadi istri Rasul SAW?
Ath-Thabrani menerangkan, Abu Bakar memiliki empat orang anak yang lahir pada masa jahiliyah. Dua orang di antaranya ialah 'Aisyah dan kakak perempuan sang ummul mukminin, yang bernama Asma binti Abu Bakar.
Menurut Abdurrahman bin Abi Zina, Asma 10 tahun lebih tua daripada' Aisyah. Adapun menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, Asma hidup hingga berusia 100 tahun dan wafat pada tahun 73 atau 74 Hijriah.
"Ini berarti, saat peristiwa hijrah terjadi, usia Asma sekitar 27 tahun atau 28 tahun. Dengan demikian, usia 'Aisyah saat pertama kali satu rumah dengan Nabi SAW adalah antara 17 tahun atau 18 tahun," tulis tokoh ormas' Aisyiyah ini dalam artikelnya di laman Pimpinan Pusat 'Aisyiyah.
Keistimewaan
Aisyah memang istimewa. Menurut kalangan sejarawan, ada setidaknya sembilan perkara yang tidak diterima oleh perempuan lain setelah Maryam binti Imran (ibunda Nabi Isa AS) tetapi hanya diterima Aisyah.
Pertama, Malaikat Jibril membawa bayangannya dalam mimpi Rasulullah SAW. Inilah yang memulakan pernikahan Rasul SAW dengan putri Abu Bakar itu.
Setelah wafatnya istri Khadijah, Nabi SAW didatangi Malaikat Jibril, yang memberitahukan kepadanya mengenai Aisyah.
Kejadian ini dituturkan kembali oleh Rasulullah SAW kepada istrinya itu. "Aku bermimpi selama tiga malam. Malaikat datang kepadaku dengan membawa gambarmu dalam sepotong kain sutra seraya berkata, ‘Inilah istrimu.’ Lalu, aku buka kain penutup wajahmu, ternyata itu adalah gambarmu. Saat itu aku bergumam, jika ini kehendak Allah, maka pasti terlaksana" (Muttafaq ‘alaih).
Rasul meminang Aisyah yang saat itu masih berumur tujuh tahun. Ketika perempuan mulia itu telah mencapai umur sembilan tahun, maka Rasul menikahinya.
Kedua, di antara semua istri Rasulullah SAW, dialah satu-satunya perempuan yang dinikahi dalam keadan perawan.
Ketiga, bahwa Rasulullah SAW wafat saat kepala beliau berada di pangkuan Aisyah.
Keempat, jenazah Nabi SAW dikebumikan di dalam kamarnya bersama Aisyah.
Kelima, malaikat-malaikat selalu melindungi rumah Aisyah.
Keenam, Aisyah merupakan putri khalifah, yakni sepeninggalan Rasulullah SAW.
Ketujuh, Allah SWT-lah yang langsung membersihkan namanya sehingga dirinya terbebas dari fitnah keji. Wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW membuat nama Aisyah bersih dari segala tudingan.
Wahyu yang dimaksud ialah Alquran surah an-Nuur ayat 11-20. Asbabun nuzul dan isi dari ayat-ayat itu menegaskan bahwa Aisyah tidak bersalah di tengah situasi fitnah yang menerpa dirinya.
Kedelapan, Aisyah diciptakan Allah SWT dalam rupa yang baik dan dari keturunan yang baik pula.
Kesembilan, Allah SWT menjanjikan ampunan dan rezeki bagi Aisyah sejak dirinya menjadi istri Rasulullah SAW, baik di dunia maupun akhirat.
Nabi SAW bersabda, "Orang yang mulia dari kalangan laki-laki banyak, tetapi yang mulia dari kalangan perempuan hanyalah Maryam binti Imran; dan Asiyah, istri Fir’aun. Dan keutamaan Aisyah atas semua wanita seperti keutamaan tsarid atas segala makanan” (HR Bukhari).
Aisyah wafat pada usia 66 tahun (riwayat lain menyebut usia 85 tahun). Saat menghembuskan nafas terakhir, Aisyah sedang menunaikan shalat witir pada malam 27 Ramadhan.(rep)