Kanal

Jangan Bangga Berbuat Zalim Seolah Bebas Sanksi Dunia

RADARPEKANBARU.COM - Dalam ajaran Islam, kezaliman bukan hanya dosa besar, melainkan juga perbuatan yang membawa konsekuensi serius, baik di dunia maupun di akhirat.

Meski demikian, Allah SWT tidak selalu langsung menghukum pelaku kezaliman. Ada kalanya hukuman itu ditangguhkan sebagai bagian dari sunnatullah yang sarat hikmah. Allah SWT berfirman,

Artinya: "Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan." (QS Ali Imran ayat 178).

Ayat ini menjelaskan bahwa penangguhan azab bukan berarti Allah lalai terhadap perbuatan zalim. Sebaliknya, hal itu justru menjadi kesempatan bagi pelaku untuk semakin menumpuk dosa, hingga pada akhirnya menerima balasan yang lebih berat.

Penundaan ini juga dapat dimaknai sebagai bentuk kasih sayang Allah yang memberi ruang bagi pelaku kezaliman untuk bertobat.

Allah memiliki sifat Al-Halim (Maha Lembut), yang tidak serta-merta menyegerakan hukuman, melainkan memberi waktu agar manusia kembali ke jalan yang benar.

Selain itu, kezaliman yang menimpa seseorang bisa jadi merupakan balasan atas kezaliman yang pernah ia lakukan sebelumnya. Dengan demikian, kehidupan dunia menjadi tempat pembalasan awal sebelum hisab yang sempurna di akhirat.

asulullah SAW juga mengingatkan bahwa kezaliman termasuk dosa yang cepat mendatangkan hukuman di dunia. Dalam sebuah hadis disebutkan,

Artinya: “Tidak ada sesuatu yang aku patuhi kepada Allah di dalamnya (amalan itu) lebih cepat mendapat ganjaran lebih dari menyambung tali silaturahim, dan tidak ada sesuatu yang lebih cepat hukumannya dari berbuat zalim dan memutus tali silaturahim.” (HR Baihaqi no 19870)

Hadis ini menegaskan bahwa kezaliman memiliki dampak langsung yang dapat dirasakan pelakunya, bahkan sebelum datangnya azab di akhirat.

Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda,

Artinya: "Sesungguhnya Allah Swt akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zalim. Apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya." Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi: 'Begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu sangat pedih dan keras.' (QS Hud ayat 102).

Hadis ini menjadi peringatan keras bahwa penangguhan bukanlah pembebasan. Ketika azab itu datang, ia bersifat pasti dan tidak dapat dihindari.

Di dunia, bentuk hukuman bagi pelaku kezaliman bisa beragam. Di antaranya adalah dicabutnya keberkahan hidup dan hilangnya kenikmatan yang sebelumnya dimiliki. Kisah tentang pemilik kebun dalam Alquran menjadi contoh nyata bagaimana kezaliman berujung pada kerugian. Allah SWT berfirman,

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Makkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya di pagi hari dan mereka tidak mengucapkan, "Insya Allah, " lalu kebun itu diliputi malapelaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita, lalu mereka panggil-memanggil di pagi hari, "Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya.” Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan, "Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu.” Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin), padahal mereka mampu (menolongnya). Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata, "Sesungguhnya kita benar-benar orang yang sesat (jalan), bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)." (QS Al-Qalam ayat 17-27).

Kisah ini menunjukkan bahwa kezaliman, sekecil apa pun, dapat menghilangkan keberkahan dan berujung pada kerugian besar.

Pada akhirnya, kezaliman adalah jalan menuju kehinaan. Jika tidak dibalas di dunia, maka balasannya akan disempurnakan di akhirat. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk menjauhi segala bentuk kezaliman dan senantiasa berlaku adil dalam kehidupan sehari-hari.(rep)


 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER