RADARPEKANBARU.COM - Perasaan tidak khusyuk saat menunaikan sholat kerap menimbulkan kegelisahan bagi sebagian Muslim. Pertanyaan pun muncul, apakah kondisi tersebut membuat sholat tidak diterima?
Dalam salah satu siaran langsung Masrawy yang bekerja sama dengan Al-Azhar International Center for Monitoring and Electronic Iftaa, pertanyaan tersebut disampaikan kepada anggota Komite Fatwa Elektronik, Syekh Mahmud Al Sayed.
Menjawab hal itu, Syekh Mahmud menjelaskan terdapat perbedaan antara sholat yang sah dan sholat yang diterima. Menurut dia, selama seseorang melaksanakan sholat tepat waktu serta memenuhi syarat dan rukun, maka sholatnya dinyatakan sah.
“Sehingga tidak dituntut untuk mengulangi sholatnya,” ujar Syekh Mahmud, seperti dikutip dari Masrawy, Jumat (27/3/2026).
Namun, apakah sholat tersebut diterima atau tidak sepenuhnya merupakan hak Allah SWT. Seseorang tidak dapat memastikan apakah ibadahnya diterima.
“Orang yang beribadah tidak bisa memastikan apakah amalnya, baik sholat maupun ibadah lainnya, diterima atau tidak,” ujarnya.
Ia menegaskan kekhusyukan merupakan persoalan hati yang membutuhkan latihan terus-menerus. Karena itu, perasaan tidak khusyuk tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan sholat.
“Harus tetap menunaikan sholat tepat waktu, menjaganya, dan terus berusaha meraih kekhusyukan,” katanya.
Cara Meningkatkan Kekhusyukan dalam Sholat
Dalam buku Bagaimana Cara Fokus dalam Sholat karya P Djunaidi, disebutkan beberapa cara untuk meningkatkan kekhusyukan dalam sholat, antara lain:
1. Memperbaiki tata cara sholat
Sholat hendaknya dilakukan dengan benar, tenang, dan tidak tergesa-gesa.
2. Niat yang tulus
Menanamkan niat yang sungguh-sungguh sebelum memulai sholat.
3. Menghadirkan hati dalam setiap gerakan
Hati mengikuti setiap gerakan sholat agar tetap fokus.
4. Memahami bacaan sholat
Mengetahui arti bacaan membantu meningkatkan konsentrasi.
5. Menjaga pandangan ke tempat sujud
Fokus pandangan membantu menjaga konsentrasi selama sholat.
6. Memusatkan pikiran kepada Allah SWT
Menghindari pikiran duniawi saat sholat.
7. Menganggap sebagai sholat terakhir
Membangun kesadaran bahwa sholat yang dilakukan bisa menjadi yang terakhir.(rep)