Kanal

Utang Indonesia Tembus Rp 9.637 Triliun, Purbaya: Masih Aman

RADARPEKANBARU.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan posisi utang Pemerintah Indonesia masih berada dalam batas aman, meskipun rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) menembus 40,46% pada akhir 2025.

Hingga 31 Desember 2025, total utang pemerintah tercatat Rp 9.637,9 triliun atau setara 40,46% terhadap PDB. Purbaya menilai rasio tersebut masih terkendali jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan.

Rasio utang Malaysia tercatat sekitar 64% terhadap PDB pada 2025. Thailand mencatat rasio utang sekitar 63,5% terhadap PDB. Sementara itu, Singapura memiliki rasio utang jauh lebih tinggi, yakni sekitar 165%–170% terhadap PDB.

“Singapura berapa? 100%. Malaysia berapa? 60%. Thailand berapa? Kalau dengan standar itu, kita masih aman,” ujar Purbaya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Purbaya menegaskan, pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dengan memastikan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) berada di bawah ambang batas 3% terhadap PDB. Sepanjang 2025, defisit APBN tercatat Rp 695,1 triliun atau setara 2,92% PDB.

Menurutnya, pelebaran defisit dilakukan secara terukur untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional yang sempat melemah.

“Jadi strategi kita adalah memaksimalkan defisit yang ada untuk memastikan ekonomi berbalik arah,” kata Purbaya.

Ia menjelaskan, ekspansi fiskal menjadi instrumen penting agar ekonomi tetap bergerak. Tanpa stimulus dan ruang defisit tersebut, pertumbuhan ekonomi dinilai sulit mencapai 5,11% pada 2025.

“Kita enggak lewatin 3%, ekspansi fiskal, kasih stimulus ke ekonomi, ekonominya balik,” ujarnya.

Purbaya menilai pendekatan tersebut sebagai strategi yang tepat, karena pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara mendorong pertumbuhan dan menjaga kesehatan fiskal. Pemerintah, lanjutnya, tidak ingin mengambil kebijakan yang justru menekan daya beli dan memperlambat pemulihan ekonomi.

“Dengan strategi itu, ekonomi bisa dibalikkan tanpa melanggar batas fiskal,” pungkasnya.(bsc)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER