Pekanbaru – Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mengingatkan para wartawan, khususnya anggota PWI Riau, agar tetap menjaga independensi dan tidak terseret oleh kepentingan politik maupun kelompok tertentu. Pesan ini disampaikan terkait dinamika yang muncul menyusul sikap tegas Plt Gubernur Riau, SF Harianto terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Riau.
“Wartawan harus berdiri di atas semua kepentingan. Jangan sampai berita yang ditulis menjadi bias karena terpengaruh kelompok tertentu,” ujar Zufra di Pekanbaru, Selasa (26/11).
Menurutnya, meski setiap kebijakan kepala daerah tidak lepas dari nuansa politik, wartawan tetap dituntut jernih dalam menyajikan informasi.
Terkait klarifikasi yang sebelumnya disampaikan Plt Kadis Kominfo Riau, Zufra menilai hal itu wajar dilakukan. “Soal kapasitas, integritas, dan kompetensi seorang pejabat, tentu Plt Gubernur lebih tahu. Mau menegur, memindahkan, atau menonjobkan, itu ranah atasan tertinggi ASN,” katanya.
Zufra menegaskan kembali pentingnya wartawan memegang teguh Kode Etik Jurnalistik dan kode perilaku wartawan. Ia menyayangkan masih adanya berita yang merugikan pihak tertentu tanpa konfirmasi.
“Kalau ada pernyataan yang belum jelas kebenarannya, wajib hukumnya melakukan konfirmasi. Sangat naif kalau wartawan menulis berita yang merugikan orang lain tanpa konfirmasi. Apalagi menulis karena perasaan atau pesanan. Itu berbahaya,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada Kadis Kominfo Riau agar tidak tergesa-gesa melaporkan persoalan pemberitaan ke Dewan Pers. Menurutnya, hak jawab adalah ruang yang seharusnya digunakan terlebih dahulu.
Bagi anggota PWI Riau yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, Zufra mempersilakan melapor ke Dewan Kehormatan PWI Riau.
“Wartawan yang melanggar UU Pers, kode etik, atau kode perilaku, pasti kami proses tegak lurus sesuai aturan,” tutupnya. (rls)