RADARPEKANBARU.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sail, Jumat (31/10/2025).
Ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia.
SPPG Sukamaju dikelola oleh Yayasan Cinta Quran Madani dan siap melayani sekitar 3.000 penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam mewujudkan program tersebut.
“Alhamdulillah, SPPG di Kecamatan Sail ini sudah siap beroperasi dan bisa langsung memberikan pelayanan. Dengan jumlah penerima manfaat mencapai tiga ribu orang, kita berharap masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis ini,” ujar Agung.
Ia menjelaskan, pembangunan SPPG merupakan bagian dari target 104 titik layanan serupa yang ditargetkan rampung di seluruh Kota Pekanbaru pada tahun ini.
“Pemerintah kota terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional agar seluruh titik dapat segera terwujud dan program ini berjalan optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Riau, Ahmad Wardana, menyebutkan hingga kini terdapat 322 SPPG yang telah terverifikasi di Provinsi Riau dari total kebutuhan 677 titik.
Dari jumlah tersebut, 62 SPPG berada di Kota Pekanbaru, dan sekitar 30 di antaranya sudah beroperasi penuh.
Ia menambahkan, pembangunan SPPG di Riau merupakan hasil kerja sama antara BGN dengan mitra dan yayasan pelaksana tanpa menggunakan anggaran langsung dari APBN.
“Kami berterima kasih kepada para mitra, termasuk Yayasan Cinta Quran Madani, karena merekalah yang berperan besar dalam mendukung penyaluran makanan bergizi gratis ini,” ujarnya.
Ahmad Wardana juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kebersihan dapur dan kualitas makanan di setiap SPPG.
Setiap unit diwajibkan memiliki sertifikat Standar Operasional Asupan Sehat (SOAS) sebagai jaminan kebersihan dan sterilisasi dapur.
“Kami juga mengapresiasi SPPG Sukamaju yang sudah menggunakan Sistem Elektronik Pangan (SEP) bersertifikat, karena hal itu memastikan kualitas dan keamanan makanan bagi penerima manfaat,” jelasnya.
Dengan penerapan sistem tersebut, SPPG Sukamaju berhak melayani hingga 3.000 penerima manfaat, lebih banyak dibandingkan SPPG tanpa sertifikasi yang hanya melayani maksimal 2.000 orang.
Ia juga berpesan agar pengawasan dilakukan secara ketat mulai dari pengolahan bahan pangan hingga pendistribusian kepada masyarakat.(ckc)