PEKANBARU – Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau, Saidul Tombang, kembali mengingatkan generasi muda agar tidak larut dengan smartphone hingga melupakan literasi. Menurutnya, secanggih apa pun teknologi, membaca dan menulis tetap harus jadi kebiasaan.
“Smartphone memang sudah jadi bagian hidup kita. Namun jangan sampai kesibukan bermain gadget membuat kita lupa membaca buku dan menulis. Itu kunci membangun peradaban,” ujar Saidul saat berbicara di kegiatan literasi di SMK Negeri 2 Pekanbaru, Kamis (11/9).
Saidul menekankan, membaca dan menulis bukan sekadar tugas akademik. Lebih dari itu, keduanya adalah cara memperluas wawasan sekaligus melatih daya kritis. “Kalau anak muda hanya sibuk scroll media sosial, tanpa membaca dan menulis, maka mereka kehilangan kedalaman berpikir,” katanya.
Ia pun mengajak peserta untuk membiasakan membaca, meskipun hanya beberapa halaman sehari. Menulis juga tidak perlu menunggu besar. “Sekecil apa pun catatan, itu latihan membangun ide dan gagasan,” ujarnya.
Menurut Saidul, budaya literasi tidak boleh kalah oleh derasnya arus digital. Justru smartphone seharusnya jadi alat untuk memperkuat literasi. “Lewat gadget kita bisa baca e-book, menulis artikel, bahkan berkarya lebih luas,” ucapnya. (rls)