PEKANBARU– PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) bersama PP Tirta Riau menggelar rapat koordinasi pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pekanbaru. Dalam pertemuan itu diputuskan langkah strategis untuk memperkuat layanan air bersih sekaligus menyiapkan ekspansi bisnis baru di sektor air minum dalam kemasan (AMDK).
Direktur SPR Riau, Ida Yulita Susanti, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan investasi sebesar Rp2,1 triliun untuk pengembangan SPAM. Selain itu, SPR juga segera meluncurkan bisnis AMDK yang dinilai memiliki potensi besar di Bumi Lancang Kuning. “Insyaallah dalam waktu dekat SPR Riau akan mulai mengembangkan bisnis AMDK. Kami ingin SPR terus bergerak dan tumbuh menjadi sektor penopang ekonomi masyarakat Riau,” ujarnya.
Ida, yang dikenal sebagai perempuan visioner dan tangguh, menegaskan optimisme penuh terhadap peluang usaha ini. Menurutnya, dengan jumlah penduduk Riau lebih dari 6,7 juta jiwa serta tingginya kebutuhan air minum baik di rumah tangga maupun untuk kebutuhan internal pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, pasar lokal sangat menjanjikan. “Pasar ini terbuka lebar. Saya optimis dengan kerja keras, produk AMDK SPR akan mendapat tempat di hati masyarakat Riau,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan visi Gubernur Riau Abdul Wahid yang mengusung tagline “Riau Bermarwah”. Salah satu misi dalam visi tersebut adalah meningkatkan pelayanan publik dasar, termasuk penyediaan air bersih yang merata dan berkualitas.
Dukungan regulasi juga sudah kuat, mulai dari Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang SPAM, Peraturan Gubernur Riau Nomor 17 Tahun 2024 tentang Tata Kelola dan Standar Layanan Air Minum, hingga Peraturan Gubernur Riau Nomor 27 Tahun 2024 tentang Tarif Layanan Air Minum.
Dengan dasar hukum yang jelas dan dukungan pemerintah daerah, SPR Riau yakin pengembangan SPAM dan bisnis AMDK tidak hanya akan meningkatkan layanan publik, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ekonomi daerah. (rls)