Kanal

Data Stunting dan Anak Putus Sekolah di Pekanbaru Ternyata Banyak yang Tidak Sesuai Fakta

RADARPEKANBARU.COM - Rapat koordinasi antara Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho bersama seluruh camat dan lurah mengungkap fakta mengejutkan terkait data sosial di lapangan. Data resmi yang selama ini dilaporkan ternyata jauh berbeda dengan kondisi sebenarnya.

Dalam rapat yang digelar di aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Rabu (27/8/2025), Agung menegaskan perlunya pembaruan data berbasis lapangan agar persoalan masyarakat dapat ditangani lebih tepat.

"Sejauh ini data yang disampaikan kepada kami tidak sesuai dengan apa yang ditemukan di lapangan. Contohnya anak putus sekolah, ternyata jumlahnya 1.778 orang," ungkap Agung.

Ketidaksesuaian juga terlihat pada kasus stunting. Jika sebelumnya dilaporkan hanya sekitar 200 anak, hasil verifikasi lapangan menunjukkan jumlah sebenarnya mencapai 2.000 anak atau sepuluh kali lipat dari data awal.

Menurut Agung, data baru tersebut berhasil dikumpulkan setelah kader posyandu, kader KB, camat, dan lurah turun langsung melakukan pendataan. "Berarti kerja camat dan lurah bersama kader posyandu lebih efektif untuk pembaruan data kita," jelasnya.

Agung meminta seluruh pihak tidak lagi bersembunyi di balik alasan kewenangan, melainkan bergotong royong menyelesaikan persoalan. Persoalan lain yang turut dibahas dalam rapat ini meliputi penanganan PKL, HIV-AIDS, hingga sampah kota.

Ia menekankan pentingnya pola kerja berbasis fakta lapangan agar tidak ada lagi kebijakan yang didasarkan pada data yang keliru.(grc)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER