RADARPEKANBARU.COM - Hujan diprakirakan mengguyur sebagian besar wilayah Provinsi Riau sepanjang Senin (4/8/2025), dengan intensitas ringan hingga sedang, menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Forecaster on duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun R, menyampaikan bahwa pagi hari dimulai dengan kondisi udara kabur dan berawan, disertai hujan ringan di beberapa daerah.
"Pagi hari ini hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti," ujarnya.
Pada siang hingga sore hari, hujan berpotensi meluas hampir di seluruh wilayah Riau. "Hujan ringan hingga sedang bersifat tidak merata namun berpeluang turun di sebagian besar wilayah Riau saat siang dan sore," jelasnya.
Hujan diperkirakan masih terjadi hingga malam hari di Rokan Hulu, Bengkalis, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, serta Kota Pekanbaru. Dini hari nanti, hujan kembali berlanjut di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah Pekanbaru, Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Bengkalis, dan Indragiri Hulu.
"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, mulai pagi hingga malam hari," tambahnya.
Suhu udara di Riau hari ini berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan antara 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Meski curah hujan meningkat, jumlah titik panas justru melonjak. BMKG mencatat 441 titik panas di Sumatera, dengan 383 titik berada di Riau. Rokan Hilir menjadi daerah dengan titik panas terbanyak, mencapai 281 titik.
"Selain itu, Bengkalis terpantau 78 titik, Dumai 12 titik, serta masing-masing beberapa titik di Kampar, Pelalawan, Rokan Hulu, dan Indragiri Hilir," ungkapnya.
Lonjakan titik panas ini menunjukkan masih tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah pesisir, meski intensitas hujan mulai meningkat.
Sementara itu, tinggi gelombang laut di perairan Riau masih tergolong rendah, berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi ini relatif aman untuk pelayaran, namun nelayan diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca lokal.
"Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, karena potensi karhutla masih sangat tinggi meskipun hujan mulai turun," pungkas Anggun.(grc)