Nilai impor Provinsi Riau sepanjang Januari hingga Juni 2025 tercatat sebesar Rp13,36 triliun. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar Rp2,04 triliun atau 13,24 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa lesunya impor migas menjadi penyumbang utama penurunan ini. Impor migas selama enam bulan pertama tahun ini hanya tercatat sebesar Rp2,04 triliun atau turun Rp737,69 miliar dibandingkan tahun lalu.
itu, impor nonmigas turun sebesar Rp1,30 triliun menjadi sekitar Rp12,54 triliun. Penurunan ini menandakan pelemahan permintaan terhadap berbagai komponen produksi dan barang konsumsi dari luar negeri.
Kendati mengalami penurunan secara kumulatif, nilai impor pada Juni 2025 justru mencatatkan peningkatan dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Total impor bulan tersebut mencapai Rp2,28 triliun atau naik Rp151,11 miliar dibandingkan Juni 2024.
Kenaikan ini terutama disumbang oleh meningkatnya impor nonmigas yang naik Rp157,68 miliar, sementara impor migas justru mengalami kontraksi sebesar Rp6,37 miliar, seiring dengan turunnya nilai impor hasil minyak sebesar 8,41 persen.
Dilihat dari struktur barang, sebagian besar penurunan impor nonmigas berasal dari kelompok mesin dan pesawat mekanik, yang pada semester pertama 2025 hanya mencatat nilai impor sekitar Rp1,35 triliun, turun hampir setengah dari tahun sebelumnya. Penurunan tajam juga terjadi pada impor gandum-ganduman yang turun menjadi Rp416,21 miliar atau menyusut lebih dari 53 persen. Bahan kimia anorganik dan kertas-karton juga mengalami kontraksi masing-masing sebesar Rp153,17 miliar dan Rp62,82 miliar.
Meski demikian, sejumlah komoditas mencatatkan peningkatan impor. Bubur kayu (pulp) mencatatkan lonjakan tertinggi, yakni sebesar Rp705,05 miliar atau naik 83,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Barang dari kayu, garam dan belerang, bahan kimia organik, hasil penggilingan, serta pupuk juga mengalami kenaikan, meskipun dalam skala yang lebih kecil.
Total nilai impor dari sepuluh golongan barang utama nonmigas selama semester I mencapai Rp10,43 triliun dan berkontribusi 83,17 persen terhadap total impor nonmigas Riau.
Secara keseluruhan, komposisi impor Riau sepanjang semester I 2025 masih didominasi oleh Tiongkok dengan kontribusi sebesar Rp2,11 triliun atau 16,84 persen dari total impor nonmigas, diikuti Kanada sebesar Rp2,08 triliun, dan Vietnam sebesar Rp1,45 triliun. Kawasan ASEAN menyumbang Rp3,95 triliun atau 31,54 persen terhadap total impor, sedangkan Uni Eropa berkontribusi sebesar Rp1,59 triliun atau sekitar 12,72 persen.