Kanal

Dua Anggota DPRD Riau, Monang dan Soniwati Tegaskan Tak Punya Lahan di TNTN

RADARPEKANBARU.COM - Dua anggota DPRD Riau, Monang Eliezer Pasaribu dan Soniwati membantah keras isu yang menyebutkan bahwa mereka memiliki lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), yang kini menjadi sorotan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Monang Eliezer Pasaribu, anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Siak Pelalawan, mengaku terkejut saat mendengar namanya disebut-sebut terkait kepemilikan lahan di kawasan TNTN. Politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki sebidang pun lahan di sana.

"Saya baru dengar malah ini, nggak punya saya lahan di sana," ujarnya meluruskan informasi yang beredar.

Monang mengakui bahwa konstituennya memang ada yang tinggal di wilayah sekitar TNTN. Namun, ia menekankan bahwa hal itu tidak ada kaitannya dengan kepemilikan lahan.

"Memang pemilih saya ada di sana benar," tambahnya, seraya menyayangkan simpang siurnya isu yang menyeret namanya.

Senada dengan Monang, Soniwati, anggota DPRD Riau dari PDI Perjuangan yang juga berasal dari dapil Siak Pelalawan, turut membantah tudingan yang sama. Ia menegaskan tidak pernah memiliki, mengelola, atau terlibat dengan lahan di kawasan hutan TNTN.

"Saya tidak ada lahan di sana, memang nggak ada. Dari mana dapat infonya?" ujarnya dengan nada heran.

Soniwati juga menyatakan bahwa dirinya mendengar adanya anggota DPRD Riau yang sudah menyerahkan lahan kepada Satgas PKH. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu bukan dirinya.

Sebelumnya, satu nama yang secara terbuka mengakui keterlibatan dengan lahan di kawasan TNTN adalah Suyadi. Politisi PDI Perjuangan dari dapil Rokan Hilir ini mengungkapkan bahwa lahan seluas 311 hektare yang dikelolanya melalui koperasi telah diserahkan kepada Satgas PKH.

"Iya benar," ujar Suyadi singkat.

Penertiban kawasan hutan di TNTN sendiri tengah menjadi fokus kerja Satgas PKH yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Kejaksaan Tinggi Riau.(grc)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER