RADARPEKANBARU.COM - Jamaah haji Provinsi Riau diimbau segera memeriksakan dirinya ke pusat layanan kesehatan masyarakat terdekat di daerah masing-masing jika mengalami gejala gangguan kesehatan setelah tiba di kediamannya.
"Iya, kalau ada keluhan terkait kesehatan, kita imbau jamaah agar segera memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan terdekat, ke Puskesmas atau rumah sakit," kata Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Defizon, ketika dihubungi GoRiau Minggu (29/6/2025) malam.
Himbauan ini, menurut Defizon, berasal dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang terlewatkan dan untuk mencegah penyebaran penyakit.
Dikatakannya, memeriksakan diri segera setelah pulang dari Tanah Suci menjadi sangat penting sebagai deteksi dini penyakit atau kondisi kesehatan yang mungkin timbul setelah perjalanan haji yang panjang dan melelahkan.
Jika ada penyakit menular, pemeriksaan dini membantu mencegah penyebaran penyakit tersebut kepada keluarga dan masyarakat. "Dengan mengetahui kondisi kesehatan, jamaah dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai," kata Defizon.
Gejala sakit yang perlu diwaspadai antara lain demam, batuk, pilek, sesak nafas, diare atau gangguan pencernaan lainnya, kelelahan yang berlebihan, dan gejala penyakit kronis yang kambuh, seperti hipertensi, diabetes, dan lain-lain.
"Jadi setelah pulang haji, jamaah kita minta tetap memantau kondisi kesehatannya. Jika dalam 14 hingga 21 hari muncul gejala seperti demam, batuk, atau sesak napas, segera periksa ke dokter. Beritahu petugas medis tentang riwayat perjalanan hajinya. Dengan menjaga kesehatan, jamaah kita harapkan tetap sehat dan terhindar dari resiko penularan penyakit," jelas Defizon.
Ditambahkannya, jamaah haji Riau yang belum sampai ke Tanah Air masih ada satu kloter lagi, yakni Kloter BTH 22. Kloter terakhir Riau ini dijadwalkan tiba di Batam pada Minggu (6/7/2025) mendatang.(grc)