Pekanbaru – Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekanbaru yang semestinya menjadi simbol kreativitas dan pusat pengembangan UMKM, kini memprihatinkan. Bangunan megah yang berada di Jalan Arifin Achmad tersebut berubah fungsi menjadi tempat penampungan sampah sementara, menimbulkan keluhan dari warga sekitar.
Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah rumah tangga dan limbah pasar berserakan di halaman gedung. Aroma busuk menyengat tercium hingga radius puluhan meter, mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Kondisi ini memicu kritik tajam dari warganet. Salah satu pengguna media sosial, Nanda Brew, menuliskan, "Ngak becus Wali Kota mengurus sampah di Pekanbaru. Kemarin katanya mau hentikan pihak ketiga yang nggak becus angkut sampah."
Sementara itu, K Ciak menyayangkan dana besar yang dihabiskan untuk membangun gedung Dekranasda. "Bangunan dibangun miliaran, akhirnya jadi tempat sampah. Macam tak ada tanah kosong yang luas di Pekanbaru. Bagus berhenti aja Wali Kota," tulisnya.
Tak hanya soal pengelolaan sampah, sejumlah warga juga menilai perhatian pemerintah lebih fokus pada urusan lain yang dinilai kurang prioritas. "Wali Kota dan wakilnya sibuk urus pembongkaran tempat maksiat," komentar Kazehaya.
Kondisi ini mencerminkan kurangnya koordinasi dan solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Sebagian warganet bahkan menyarankan pelibatan aparat keamanan seperti polisi dan TNI untuk mengatasi masalah yang dinilai darurat ini karena berpotensi menimbulkan masalah kesehatan masyarakat.
Gedung Dekranasda kini bukan hanya kehilangan fungsinya sebagai pusat kerajinan, namun juga menjadi simbol nyata dari persoalan manajemen kota yang belum tuntas. Warga mendesak pemerintah segera bertindak, menyediakan lahan khusus untuk pengelolaan sampah, dan mengembalikan fungsi gedung sesuai tujuannya. (ken)