PEKANBARU – Semangat perjuangan mewujudkan Daerah Istimewa Riau (DIR) kian mendapat dukungan luas. Senin petang (2/6/2025), sebanyak 13 laskar dari berbagai elemen masyarakat dan puluhan wartawan dari berbagai media massa berkumpul di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau menyatakan komitmen mereka untuk mendukung perjuangan pembentukan DIR.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Khalid, pengurus Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) yang membidangi hubungan antar lembaga. Ia menegaskan bahwa kehadiran para laskar dan wartawan merupakan energi baru dalam perjuangan mewujudkan Riau sebagai daerah istimewa.
“Kita hadir di sini bukan hanya sebagai simbol solidaritas, tapi juga sebagai saksi sejarah. Ada 13 laskar dan puluhan wartawan yang secara terbuka menyatakan dukungan terhadap perjuangan DIR,” ujar Khalid.
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Marjohan Yusuf, bersama Ketua BPP DIR yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menyambut baik dukungan ini. Dalam sambutannya, Datuk Seri Taufik menegaskan bahwa perjuangan pembentukan DIR bukan sekadar gagasan emosional, tetapi memiliki landasan historis, kultural, dan konstitusional.
“Daerah Istimewa Riau adalah bagian dari tamadun Melayu yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa ini, mulai dari sejarah panjang kerajaan Melayu, kekayaan alam, hingga peran strategis Riau bagi perekonomian nasional,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa dasar hukum untuk memperjuangkan DIR sangat kuat. Pasal 18B ayat (1) UUD 1945 menyebutkan bahwa “Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau istimewa yang diatur dengan undang-undang.” Artinya, pengakuan terhadap kekhususan atau keistimewaan daerah dimungkinkan secara konstitusional.
“Insya Allah, perjuangan ini bukan mengada-ada. Kita mengusungnya dengan dasar hukum yang jelas, budaya yang hidup, dan niat untuk kebaikan generasi mendatang,” kata Taufik.
Sementara itu, Datuk Seri Marjohan Yusuf menyatakan bahwa perjuangan ini telah mendapatkan dukungan politik dari Gubernur Riau, Ketua DPRD Riau, dan anggota DPD RI dapil Riau. “Saat ini kami sedang berupaya menjadwalkan pertemuan langsung dengan Ketua DPR RI,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa perjuangan DIR bukanlah bentuk separatisme atau kepentingan elit, melainkan wujud penghargaan atas jati diri, potensi, dan kontribusi masyarakat Melayu Riau bagi negara.
“Perjuangan ini bukan milik LAMR, tapi milik anak negeri. Kita hanya mewakili suara masyarakat yang sejak lama menginginkan pengakuan atas identitas dan kontribusinya,” tuturnya.
Menutup acara, Datuk Seri Marjohan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. “Kehadiran wartawan dan laskar hari ini menjadi bukti bahwa perjuangan ini hidup. Terima kasih atas semangat dan kepercayaan yang kalian tunjukkan.”
Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Koordinator Hubungan antar Lembaga DPP DIR, Datuk Firman Edi, Anggota MKA Datuk Said Amir, dan Sekretariat LAMR Datuk Arman. (darwis)