Kanal

SMK Perbankan Nekat Gelar Perpisahan di Hotel Mewah, Gubri Abdul Wahid Murka

RADARPEKANBARU.COM - Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid murka soal Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perbankan Riau menggelar acara perpisahan di salah satu hotel mewah di Kota Pekanbaru, Rabu (30/4/2025).

Berdasarkan laporan yang diterima CAKAPLAH.com, para siswa SMK Perbankan dibebani uang acara perpisahan yang cukup besar. Tentu itu bukan uang yang sedikit bagi sebagian siswa kurang mampu hanya dihambur-hamburkan untuk acara perpisahan.

Gubri mengatakan, ia tidak melarang sekolah ingin menggelar acara perpisahan. Namun dengan catatan perpisahan dilakukan di sekolah dengan cara sederhana tanpa mengurangi momen.

"Saya tegaskan, saya tidak melarang sekolah menggelar acara perpisahan. Yang saya larang itu perpisahan bermewah-mewahan. Saya sudah minta Kepala Dinas Pendidikan untuk meninjau ulang izin operasionalnya (SMK Perbankan Riau)," kata Gubri Abdul Wahid, Jumat (2/5/2025) usai upacara Hardiknas 2025 di halaman Kantor Gubernur Riau.

"Silakan sekolah buat perpisahan di sekolah dengan cara sederhana, sehingga siswa ada momen berkesan bahwa selama bersekolah ada kesan dan pesan dari guru serta siswa. Saya bukan tidak ingin anak-anak memiliki kesan di akhir sekolah menengah. Tapi jangan bermewah-mewah, dan ini harus dipikirkan," sambungnya.

Gubri menegaskan, larangan sekolah baik negeri maupun swasta di Riau menggelar perpisahan di hotel dan gedung mewah karena ia tidak ingin membebani orang tua/wali murid untuk kegiatan yang tidak substansial.

"Kenapa? Karena saya tidak ingin ada pendidikan berbiaya mahal. Kita sudah menggratiskan biaya sekolah, tapi masih banyak anak-anak tidak bersekolah. Kalau ditambah-tambah lagi dengan biaya lain, maka ini sangat membebani siswa dan orang tua/wali murid," tegasnya.

"Saya rasa orang tua memang tetap membayar uang perpisahan itu. Tapi apakah kita tahu kalau mereka pinjam sana sini, karena mereka tidak ingin anaknya malu. Ini kan membebani orang tua yang tidak mampu. Saya tidak ingin itu terjadi," tambahnya.

Selain itu, Gubri juga menegaskan melarang sekolah menggelar studi tour yang berbau jalan-jalan atau rekreasi. Karena hal itu juga dinilai membebani orang tua/wali murid dan berisiko tinggi terhadap keselamatan anak.

"Studi tour untuk ekspedisi pendidikan boleh, tapi kalau sekadar rekreasi di luar Riau tidak boleh," tutup Gubernur Riau termuda ini.(ckc)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER