RADARPEKANBARU.COM - Gubernur Riau Abdul Wahid, menjamu ratusan tamu dalam acara Welcome Dinner Muktamar dan Seminar Internasional Pendidikan Perti, Selasa (22/4/2025) malam. Acara ini menjadi pembuka kegiatan besar yang melibatkan peserta dari Indonesia hingga Brunei Darussalam.
Hadir dalam jamuan tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat Perti, Buya Syarfi Hutauruk MSi, para pemakalah seminar, serta sekitar 400 peserta dari MTI dan PPMTI yang memadati ruangan.
Ketua Panitia Buya Dr Gamal Abdul Nasir MM, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Riau atas dukungannya terhadap kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang juga merupakan alumni MTI Perti. Tanpa bantuan beliau, acara ini tak akan terlaksana sebaik ini,” ungkap Buya Gamal.
Ia juga menekankan pentingnya menyamakan kurikulum pendidikan pesantren Perti yang kini mulai bervariasi.
“Beberapa pesantren bahkan tidak lagi mengajarkan kitab kuning, padahal itu warisan penting yang harus dijaga,” tambahnya.
Sementara itu, Ketum PP Perti, Drs Syarfi Hutauruk, menyampaikan rasa bangganya terhadap panitia daerah. “Kinerja Perti Riau luar biasa. Kami sangat mengapresiasi keberhasilan mereka menjadi tuan rumah acara berskala internasional ini,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Abdul Wahid berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Ia mengaku nyaris masuk sekolah kejuruan, namun akhirnya melanjutkan pendidikan ke MTI Lasi berkat dorongan orang tua.
"Saya pernah jadi kuli bangunan sambil kuliah. Berkat doa ibu saya, saya bisa jadi anggota DPRD Riau di usia 29 tahun dan kini dipercaya sebagai Gubernur termuda Riau,” kisah Wahid.
Ia menegaskan dukungan Pemprov Riau terhadap Perti dan siap memfasilitasi kegiatan keagamaan, termasuk penyediaan kantor organisasi.
Koordinator Humas Panitia, Buya Ir Fakhrunnas MA Jabbar, didampingi Sekretaris Panitia, Buya Drs. Arpan Usman, M.Si, menyampaikan bahwa sebagian besar peserta dan pemakalah dari luar daerah sudah tiba di Pekanbaru.
"Seminar dan muktamar ini menjadi momentum berharga untuk menyamakan arah pendidikan pesantren Perti, menjaga tradisi keilmuan sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” jelas Fakhrunnas.(ckc)