Aktivis lingkungan hidup Riau, Jhony S Mundung, Rabu (26/2/2025), menyebut bahwa Afni tampil berbeda dibandingkan calon kepala daerah pada umumnya, baik di Riau maupun secara nasional.
Menurutnya, Afni lahir murni dari rahim masyarakat Siak. “Berbeda dengan kebanyakan calon kepala daerah yang memiliki hubungan kekerabatan dengan pejabat sebelumnya atau memiliki latar belakang politik tertentu, Afni tidak memiliki itu,” ujarnya.
Sebagai putri asli Siak, Afni dinilai memahami dengan baik harapan dan keinginan masyarakat. “Orientasi pemilih terhadap Afni bukan karena politik uang, melainkan karena keinginan akan perubahan mendasar di Siak,” tambahnya.
Dukungan nyata dari masyarakat tampak jelas selama masa kampanye. Masyarakat bahkan secara sukarela menggalang dana agar Afni dapat terus bergerak dalam kampanyenya. Ini kontras dengan pola kampanye calon lain yang cenderung mengandalkan politik transaksional.
Konsistensi Mengusung Isu Lingkungan
Selain faktor independensi politik, Afni juga dikenal karena keberaniannya mengusung isu lingkungan hidup, termasuk konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan. Jhony menilai hal ini sebagai langkah langka dalam Pilkada.
“Konflik lahan merupakan persoalan utama bagi masyarakat Siak. Afni memahami betul permasalahan ini dan berkomitmen mencari solusinya,” jelasnya.
Siak merupakan salah satu kabupaten di Riau yang lahannya banyak dikuasai oleh perusahaan perkebunan dan HTI. Karena itu, keberpihakan terhadap masyarakat menjadi isu krusial yang dibutuhkan.
Dukungan Tetap Kuat di Tengah PSU
Selain dikenal sebagai aktivis lingkungan, Afni juga memiliki latar belakang sebagai jurnalis dan akademisi. Kombinasi pengalaman ini membuatnya dinilai sebagai aset berharga bagi Siak untuk membawa perubahan.
Terkait keputusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga TPS, Jhony optimistis dukungan terhadap Afni tetap solid.
“Masyarakat Siak sudah mengenal sosok Dr Afni dan perjuangannya. Mereka tahu, Afni ingin yang terbaik bagi daerah ini,” tutupnya.(grc)