Kanal

Abdul Wahid: Dari Anak Pesantren hingga Menjadi Gubernur Riau

RADARPEKANBARU.COM - Abdul Wahid resmi dilantik sebagai Gubernur Riau oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (20/2/2025). Momen ini menjadi titik puncak perjalanan panjang seorang anak pesantren yang pernah hidup dalam keterbatasan, tetapi mampu membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat mengubah nasib.

Lahir di Dusun Anak Peria, Desa Belaras, Kecamatan Mandah, Abdul Wahid dibesarkan dalam keluarga sederhana. Saat masih bayi, orang tuanya pindah ke Desa Sei Simbaryang, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir. Sebagai anak ketiga dari enam bersaudara, masa kecilnya penuh tantangan. Namun, keterbatasan tak pernah menyurutkan tekadnya untuk menuntut ilmu.

Sejak muda, Wahid ditempa oleh nilai-nilai keagamaan di pondok pesantren. Selama tiga tahun di sana, ia tidak hanya mendalami ilmu agama tetapi juga mengasah karakter dan kemandirian. Demi meringankan beban keluarga, ia bekerja di sawah warga sekitar sambil terus belajar.

Tekadnya untuk meraih pendidikan lebih tinggi membawanya merantau ke Pekanbaru. Di IAIN SUSKA Riau (sekarang UIN Suska), ia diterima di Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam. Kehidupan sebagai mahasiswa penuh perjuangan, dari bekerja sebagai cleaning service hingga buruh bangunan demi membiayai kuliahnya. Namun, semangatnya tak pernah padam.

Selain berjuang di dunia akademik, Wahid juga aktif dalam organisasi mahasiswa. Ia terlibat dalam berbagai gerakan dan komunitas, membangun jejaring luas yang kelak menjadi fondasi penting dalam karier politiknya. Pada Pemilu 2019, ia berhasil melangkah ke Senayan sebagai anggota DPR RI, mewakili masyarakat Riau.

Keberhasilannya di DPR RI menegaskan kiprahnya sebagai pemimpin yang berkomitmen. Ia aktif dalam berbagai legislasi penting, memperjuangkan hak-hak masyarakat Riau, dan menginisiasi kebijakan strategis untuk kemajuan daerah. Kepercayaan publik semakin kuat ketika ia kembali terpilih pada Pemilu 2024 dengan suara terbanyak di dua daerah pemilihan (Dapil) Riau.

Dukungan luas mendorongnya untuk maju dalam Pilkada Gubernur Riau 2024. Dengan rekam jejak cemerlang dan kepemimpinan yang telah teruji, ia memenangkan kontestasi tersebut dan kini resmi memimpin Riau. Abdul Wahid bertekad membawa Riau ke arah yang lebih maju dengan pengalaman dan nilai-nilai perjuangan yang ia pegang teguh sejak kecil.

"Perjalanan ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang harapan dan kepercayaan masyarakat Riau. Saya akan bekerja keras untuk mewujudkan Riau yang lebih baik," ujar Wahid.

Dari seorang anak pesantren hingga menjadi Gubernur Riau, kisah Abdul Wahid adalah bukti nyata bahwa kerja keras, pendidikan, dan kepercayaan diri dapat membawa perubahan besar. Kini, ia siap mengemban amanah untuk membawa Riau ke masa depan yang lebih cerah.

Perjalanan Karir

Abdul Wahid, S.Pd.I., merupakan politikus yang pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2019–2024. Ia mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Riau II dan menjadi bagian dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam tugas legislatifnya, Wahid duduk di Komisi VII yang membidangi energi, riset, dan lingkungan hidup.

Lahir pada 21 November 1980, Wahid mengawali pendidikannya di SD Negeri Sei Simbar hingga lulus pada 1994. Ia kemudian melanjutkan ke MTs Sei Simbar dan menamatkan pendidikan menengahnya pada 1997. Selepas itu, ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Ashhabul Yamin, Agam, dan lulus pada 2000. Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (Suska) dengan jurusan Pendidikan Agama Islam, hingga meraih gelar S-1 pada 2004.

Perjalanan karier politik Wahid dimulai sejak 2002 dengan menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Riau selama dua periode (2002–2004 dan 2004–2009). Ia juga pernah menjadi Wakil Sekretaris PC Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 2002–2003. Selanjutnya, ia dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Tanfidz DPW PKB Riau (2006–2011) sebelum akhirnya menduduki posisi Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Riau sejak 2011 hingga saat ini.

Selain berkiprah di partai, Wahid juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Ia pernah menjadi Wakil Ketua Tanfidziah PW Nahdlatul Ulama (NU) Riau pada 2011–2017. Hingga kini, ia masih menjabat sebagai Pembina PD Perti Riau untuk periode 2022–2027. Tak hanya itu, ia juga menjadi Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia sejak 2016.

Sebelum menjadi anggota DPR-RI, Wahid lebih dulu berkarier di legislatif daerah dengan menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Riau selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019. Di luar aktivitas politiknya, ia juga merupakan seorang pengusaha dan menjabat sebagai Direktur PT Malay Nusantara Cipta sejak 2002.

Dengan rekam jejak panjang di dunia politik dan organisasi, Abdul Wahid terus menunjukkan kiprahnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di Provinsi Riau. (grc)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER