Dumai, 24 Desember 2024 – Dalam wawancara eksklusif dengan wartawan, Johan, Ketua Pemuda 7 Suku Sungai Sembilan, memberikan klarifikasi terkait aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Nerbit. Aksi tersebut telah memicu protes dari masyarakat setempat. Berikut adalah wawancara lengkapnya:
Wartawan: Johan, terima kasih telah meluangkan waktu untuk wawancara ini. Baru-baru ini, ada sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Nerbit melakukan aksi di wilayah Nerbit. Apa pendapat Anda tentang aksi tersebut?
Johan: Terima kasih. Sebenarnya, saya ingin meluruskan bahwa saya adalah orang yang tinggal di Nerbit, dan saya tidak mengenal mereka yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Nerbit. Saya merasa ini adalah sebuah provokasi. Beberapa orang yang terlibat dalam aksi tersebut berasal dari Dumai Kota, dan meskipun beberapa di antaranya pernah kami lihat di daerah ini, saya yakin mereka bukan warga asli Nerbit.
Wartawan: Jadi Anda mengatakan mereka bukan berasal dari Nerbit?
Johan: Benar. Kami, masyarakat asli Nerbit, tidak mengenal mereka. Mereka datang dari luar, mengatasnamakan masyarakat Nerbit untuk tujuan tertentu. Kami sangat menyayangkan hal ini, karena aksi tersebut tidak hanya merusak citra daerah kami, tetapi juga mengganggu aktivitas warga setempat.
Wartawan: Apa sebenarnya yang mereka perjuangkan dalam aksi tersebut?
Johan: Kami tidak sepenuhnya tahu apa yang mereka perjuangkan, karena apa yang mereka sampaikan tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya, dalam surat pemberitahuan aksi yang mereka buat, mereka mengklaim akan mengadakan aksi di Nerbit Kecil sesuai dengan masalah yang mereka sampaikan. Namun kenyataannya, mereka malah melakukan aksi di PT Ivomas Tunggal yang terletak di Jalan Kelapa, Nerbit Besar. Ini sangat tidak sesuai dengan yang mereka laporkan kepada pihak kepolisian.
Wartawan: Lalu bagaimana dengan klaim mereka terkait kompensasi yang belum diberikan kepada masyarakat Nerbit?
Johan: Saya bisa pastikan bahwa kompensasi untuk masyarakat sudah diberikan sesuai dengan kesepakatan bersama antara pihak Kecamatan, Kelurahan, dan masyarakat. Semua telah dilakukan dengan transparan, dan kami sebagai masyarakat setempat merasa tidak ada masalah terkait hal ini. Jadi, klaim mereka bahwa kompensasi belum diberikan adalah tidak benar.
Wartawan: Apa yang Anda harapkan terkait masalah ini?
Johan: Kami berharap masyarakat Nerbit dan Sungai Sembilan bisa tetap menjaga kondusifitas daerah ini. Jangan sampai kita terprovokasi oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan pribadi dan merusak keharmonisan yang sudah terjalin. Kami juga mengimbau kepada pihak Kelurahan dan Kecamatan untuk segera memanggil LPMK dan RT yang terlibat, karena mereka adalah bagian dari LKK di Kelurahan. Kami ingin agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik dan damai.
Wartawan: Apakah masyarakat sudah menanggapi aksi ini?
Johan: Ya, masyarakat sudah menanggapi dengan mengirimkan surat penolakan kepada Kapolres Dumai dan instansi terkait. Surat ini juga ditandatangani oleh Tujuh Suku, SBKD, dan masyarakat dari lingkungan RT 015, 016, 017, dan 018. Kami sudah menyatakan bahwa kami menolak keras aksi tersebut dan tidak ingin daerah kami dicemari oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Wartawan: Apa pesan terakhir Anda untuk masyarakat Nerbit dan Sungai Sembilan?
Johan: Mari kita tetap bersatu dan menjaga persatuan. Jangan sampai daerah kita yang damai ini dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas. Kita semua harus berkomitmen untuk menjaga nama baik daerah kita.
Wartawan: Terima kasih, Johan, atas waktu dan penjelasan Anda.
Johan: Terima kasih kembali. Saya berharap semua ini bisa cepat diselesaikan dengan cara yang baik. Mari kita jaga kedamaian bersama.
Dengan wawancara ini, jelas bahwa Johan dan masyarakat Nerbit serta Sungai Sembilan sangat menentang aksi yang mengatasnamakan mereka dan berharap agar daerah mereka tetap dalam keadaan kondusif dan harmonis. (Rls)