RENGAT – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) atau honorer yang bekerja dilingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau diduga melakukan pelanggaran netralitas yakni mengkampanyekan salah satu pasangan calon (Paslon) peserta Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada).
Kasus ini jalan ditempat mengingat ketua Bawaslu Inhu diduga membekingi para terlapor.
Berdasarkan informasi diterima ada sebanyak 4 orang dilaporkan ke Bawaslu Inhu masing-masing berinisial ND, SO, JY, anggota Satpol-PP dan HS pegawai di Kementerian Agama (Kemenag) Inhu.
Mereka menggunakan Facebook memposting gambar kegiatan waktu debat publik yang cendrung mengarah ke salah satu Paslon, posting foto Cabup yang disinyalir bentuk dukungan Paslon Cabup dan Cawabup urut 3, Rezita Meylani Yopi – Suhardi (Ready).
“Jangan lupa 27 November coblos nomor 3, selanjutnya narasi video Rezita Meylani Yopi diteruskan dalam dinding Facebook pribadi terlapor hingga aktif memposisikan Paslon urut 3,” kata narasumber yang tidak mau namanya ditulis, Kamis (14/11/2024) lalu.
Menurutnya, pelanggaran netralitas tersebut sudah dilaporkan ke Bawaslu pada 13 November 2024 dan berharap pihak pengawas penyelenggara Pilkada bekerja sesuai tupoksinya yakni badan pengawas yang independen.
Terpisah, Salestia Denni SH MH selaku Koordiv Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Inhu ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan masuk tentang dugaan pelanggaran netralitas ASN.
Dia menyampaikan, bahwa persoalan ini pihaknya sedang melakukan penelusuran berdasar informasi yang diberikan oleh masyarakat.
Disinggung kapan rencana Bawaslu akan lakukan klarifikasi terhadap terlapor berdasarkan laporan tersebut? Salestia Denni sampai berita ini diturunkan memilih bungkam.
Ketua Bawaslu Inhu diduga menerima sesuatu dari terlapor, kebenaran informasi ini juga belum mendapat konfirmasi resmi dari Dedi Risanto.
"Dedi merupakan pejabat publik yang susah di hubungi wartawan dan terkesan tidak bersahabat" kata AR salah seorang wartawan yang sehari hari mangkal di inhu.
Redaksi Radar sudah melakukan upaya konfirmasi ke Ketua Bawaslu Inhu namun tidak merespon. (Red/detil)