Kanal

Tidaklah Orang Zalim Termasuk Penguasa Mati Sebelum Allah SWT Membalasnya,Yakinlah

RADARPEKANBARU.COM - Ulama Mesir, Syekh Mutawalli as-Sya'rawi, pernah menuturkan dalam kitab Tafsirnya Khawathir Tafsir as-Sya'rawi, sebuah kalimat tentang orang-orang zalim, termasuk para penguasa.

“Tidaklah orang zalim mati di dunia sampai Allah membalasnya.” Apa maksudnya kalimat tersebut?

Ini adalah salah satu hukum Ilahi yaitu Allah SWT harus menghukum orang yang menindas, bahkan setelah beberapa waktu.

Kebiasaan Allah SWT dalam ciptaan-Nya adalah bahwa Dia menunda dan tidak lalai. Akhir dari para penindas itu menyakitkan.

Mereka yang merenungkan perilaku mereka dalam Alquran akan menemukan dalam nasib mereka sebuah pelajaran dan nasihat. Allah SWT tidak peduli di lembah mana mereka binasa. Dia menghinakan mereka di dunia dan di akhirat.

Allah SWT telah mempercepat hukuman kezaliman dan kejahatan di dunia sebelum di akhirat karena kezaliman dan kerusakan yang ditimbulkannya. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada dosa yang lebih layak untuk disegerakan oleh Allah di dunia dan disimpan di akhirat daripada kezaliman dan memutuskan tali silaturahim.”

Orang yang zalim akan dihinakan, dihinakan dan dikalahkan, dan dia akan berpaling dengan rasa malu dan putus asa, tidak mencapai apa yang diinginkannya dan tidak mendapatkan apa yang diharapkannya, dan anak panah yang paling ampuh adalah seruan orang-orang yang tertindas.

Adalah sunnah Allah, yang merupakan hakim yang adil, untuk menghancurkan para penindas, menghancurkan para penyerang dan memotong para koruptor, baik penindas itu perorangan atau kelompok, partai atau sekte. Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

“Sering kali orang yang zalim disegerakan hukumannya di dunia. Seandainya ditunda sekalipun, sesungguhnya Allah SWT sudah menyiapkannya sehingga begitu dieksekusi, dia tidak akan lolos."

Penulis buku Islami dan pendakwah dari Yogyakarta, Salim A Fillah mengatakan, segala bentuk kezaliman dan angkara murka di dunia akan diakhiri oleh Allah dengan cara yang indah. Menurut dia, tugas umat Islam hanya berjuang sekuat tenaga.

"Terhadap segala kezhaliman dan angkara murka, tugas kita hanya berupaya dan berjuang sekuat tenaga. Allah yang akan mengakhiri semua dengan caraNya, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana," ujar Ustadz Salim dikutip dari deskripsi unggahan video di akun instagram @salimafillah_Official, Rabu (21/8/2024).

Dalam video itu, Ustads Salim menjelaskan bahwa saat melawan keangkaramurkaan Raja Namrud, tugas Nabi Ibrahim hanya berupaya dengan kemampuannya dalam berdebat. Tetapi, kata dia, Allah lah yang mengakhiri kezaliman sang raja itu dengan nyamuk.

Terhadap keangkaramurkaan Firaun, kata dia, tugas Nabi Musa juga hanya berjuang bersama Bani Israil. Namun, yang mengakhirinya adalah air laut yang digerakkan oleh Allah SWT.(rep)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER