Kanal

Gerak Cepat Disprindag dan Satpol PP Meranti Tepis terkait isu beredar di Duga Beras Plastik.

 

Meranti,- Upaya Pemerintah Daerah melalui Disprindagkof Kepulauan Meranti bersama Satpol PP Kepulauan Meranti telah turun Kelapangan mengecek langsung terkait isu beredar adanya di Duga Isu Beras Plastik.

" Kami sudah kelapangan bersama Dispindagkof Kepulauan Meranti untuk memastikan bahwa di Kepulauan Meranti aman dari isu beredar cuman masyarakat hanya resa saja simple beras di ambil kemaren kami sipatnya membantu Disprindag," kata Kepala Satpol PP Kepulauan Meranti Tujiarto saat di Komfirmasi Sabtu (14/10/2023) Malam Via Salulernya.

Ia berharap, masyarakat jangan terpancing dengan isu yang beredar namun antisipasi juga perlu hanya kekwatiran saja dengan isu tersebut makanya sudah turun memastikan hal jangan sampai terjadi di Kepulauan Meranti Riau.

Sementara itu ,Kepala Disprindag Kepulauan Meranti  Marwan juga menghimbau masyarakat agar berhati- hati jangan sampai terpancing dengan isu tersebut sehingga menjadi kekwatiran kita bersama.

" Pihak Dispindag Meranti sudah turun bersama Satpol PP Kepulauan Meranti, dalam upaya untuk memastikan isu tersebut,  hingga takutnya meresahkan, maka dari itu kita harus berhati- hati,  namun upaya yang kita lakukan yakni sudah membawa simple beras, Kepada Badan Pom agar Isu Beras yang Diduga Mengandung Plastik jangan sampai ada di daerah kita," ucap Marwan.

Sebagai tambahan Informasi adapun penjelasan Badan Pom terkait, Isu Beras yang Diduga Mengandung Plastik yakni

Sehubungan dengan beredarnya video di media sosial terkait beras yang diduga mengandung plastik, Badan POM telah melakukan penelusuran ke sarana yang tercantum dalam video viral tersebut

Untuk itu, Dari hasil pemeriksaan terhadap contoh beras, tidak ditemukan indikasi beras tersebut mengandung plastik. Pada tahun 2015 terdapat isu yang sama, yaitu mengenai beras yang diduga mengandung plastik. Pengujian terhadap beras yang diduga mengandung plastik hasilnya negatif.

Konsumen perlu mengetahui bahwa tekstur nasi dipengaruhi komposisi komponen penyusun pati dalam butir beras, yaitu amilosa dan amilopektin. Kadar amilopektin tinggi mempengaruhi tekstur lengket/pulen nasi, sehingga nasi dapat dikepal menyerupai bentuk bola.

Kepada masyarakat dihimbau agar menjadi konsumen yang cerdas serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial. Sebagai perlindungan terhadap masyarakat, Badan POM melalui Balai Besar/Balai POM di 33 provinsi akan mengawal keamanan pangan yang beredar di Indonesia.

Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALOBPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, email: halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.(Bom).

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER