Kampar - Dalam rangka HUT Kampar ke 72 Tahun, Lembaga DIKLAT Adat Kampar (LPP BAIK) yang didukung Lembaga Adat Kampar (LAK) menggelar Lomba Basiacuong Se Kabupaten Kampar tahun 2022 pada 12 - 13 Februari 2022 yang diikuti oleh berbagai peserta dari Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar.

Lomba ini bertujuan untuk melestarikan budaya adat kampar khususnya sastra lisan ocu (Basiacuong) agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Afdhal warga asal kecamatan Bangkinang ditetapkan oleh Dewan Juri Lembaga Adat Kampar sebagai peserta terbaik meraih juara 1 Lomba Basiacuong Se Kabupaten Kampar.
Dengan raihan Juara 1 ini Afdhal bertekad untuk Melestarikan budaya adat dibumi serambi Mekkah Riau, nagoyi kampar.
" Allhamdulilah juri dari LAK menetapkan kami Juara 1 dalam perlombaan ini. Lomba yang diadakan oleh LPP BAIK ini sangat bagus guna untuk merawat sastra lisan adat istiadat Kampar" Ucap Afdhal ketika di hubungi via telepon seluler pada Senen (07/02/22)
Selain itu, Anak muda yang kesehariannya sebagai Pendamping Sosial ini akan berupaya mendorong Pemda maupun LAK untuk menjadikan basiacuong sebagai pelajaran adat muatan lokal disekolah-sekolah.
" Ini adalah momentum bagi kita semua, pemerintah kabupaten Kampar dan LAK mesti serius dalam upaya pelestarian budaya adat istiadat Kampar. Perlu dijadikan muatan lokal atau ekskul disekolah agar sastra lisan ini terus hidup ketengah masyarakat" tutup Afdhal.
Menjaga seni budaya agar bisa terus tumbuh
Sebagaimana diketahui sebelumnya Dewan Pembina Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Budaya dan Adat Istiadat Kampar (LPP-BAIK) Syafrizal mengatakan dengan adanya Lomba Basiacuong I tahun 2022 ini menjadi ajang membangkitkan budaya, adat dan istiadat di Kabupaten Kampar.
Demikian ditegaskan Syafrizal usai pembukaan acara Lomba Basiacuong I tahun 2022, di Taman Budaya atau di Kampus LPP BAIK, di Dusun Terang Bulan, Desa Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar pada hari Sabtu (12/02/2022) malam lalu.
"Tugas kita bersama adalah bagaimana mengembangkan dan menjaga seni budaya yang ada dan bisa terus tumbuh. Untuk itu, kegiatan seni budaya dan adat istiadat perlu diwadahi dengan baik, dan LPP BAIK memberi ruang bagi generasi muda dan masyarakat Kampar sebagai wadah menempa, memahami, memaknai, dan mengamalkan nilai-nilai budaya yang ada di Kampar sebagai aset dan kekayaan tak benda di Kabupaten Kampar, dan kita merasa terpanggil untuk melestarikannya," terang Syafrizal yang juga Anggota DPRD kabupaten Kampar Dapil Tapung Hulu dan Hilir.
Menurut Safrizal, LPP BAIK menaruh perhatian besar pada pemajuan seni budaya dan adat di Kampar. "Hal ini ditunjukkan dengan digelarnya pelatihan pendidikan dan pembinaan terkait seni budaya dan adat istiadat Kampar," imbuh Ketua Fraksi PKS DPRD Kampar. (rls)