PILIHAN +INDEKS
Parah, Bupati Rohul Non-Aktifkan Kades Karena Tak Mau Menangkan Demokrat
Sugiono
RADARPEKANBARU.COM - Dianggap tidak mau memenangkan Partai Demokrat pada pemilihan legislatif nanti, terkhusus di desanya. Sugiono, Kepala Desa Air Panas, Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diberhentikan sementara oleh bupati Rohul, Achmad yang juga Plt Ketua DPD Demokrat Riau.
"Sebenarnya karena hal ini, saya diberhentikan bupati, bukan karena yang lain. Pemberhentian penuh nuansa politis," kata Sugiono kepada wartawan di Gedung DPRD Riau, Jum'at (21/03/14).
Hal ini dibuktikan saat rapat koordinasi dirinya dengan camat Pendalian IV Koto, sang camat selalu membicarakan tentang bagaimana bisa menjalankan instruksi bupati agar Partai Demokrat bisa menang 70 persen di desanya.
"Desa saya itu tidak respek dengan oknum pengurus Partai Demokrat. Makanya, kami tidak mau memenangkan partai itu di desa kami. Mungkin saya dianggap tidak loyal dengan mereka, apalagi karena kami mau mempraktekkan demokrasi dengan cara yang benar," ungkapnya.
Tidak terima kepala desanya diberhentikan sementara. Seluruh aparatur desa sudah menyatakan mundur diri dan melaporkan hal tersebut ke Kemendagri, gubernur Riau, Kapolda Riau, Kapolres Rohul, DPRD Riau dan DPRD Rohul.
"Seluruh alasan bupati memberhentikan saya, itu tidak benar. Kenapa setelah diberhentikan, bupati membentuk tim investigasi, kenapa tidak sebelum itu," ungkapnya.
Sebelumnya, Achmad melalui Budhia Kasino, Kepala BPMPD Rohul mengakui pemberhentian sementara terhadap Kades Air Panas dikuatkan adanya tiga laporan yang masuk soal dugaan penjualan tanah melibatkan nama pemimpin desa setempat.(rdr/rtc)
"Sebenarnya karena hal ini, saya diberhentikan bupati, bukan karena yang lain. Pemberhentian penuh nuansa politis," kata Sugiono kepada wartawan di Gedung DPRD Riau, Jum'at (21/03/14).
Hal ini dibuktikan saat rapat koordinasi dirinya dengan camat Pendalian IV Koto, sang camat selalu membicarakan tentang bagaimana bisa menjalankan instruksi bupati agar Partai Demokrat bisa menang 70 persen di desanya.
"Desa saya itu tidak respek dengan oknum pengurus Partai Demokrat. Makanya, kami tidak mau memenangkan partai itu di desa kami. Mungkin saya dianggap tidak loyal dengan mereka, apalagi karena kami mau mempraktekkan demokrasi dengan cara yang benar," ungkapnya.
Tidak terima kepala desanya diberhentikan sementara. Seluruh aparatur desa sudah menyatakan mundur diri dan melaporkan hal tersebut ke Kemendagri, gubernur Riau, Kapolda Riau, Kapolres Rohul, DPRD Riau dan DPRD Rohul.
"Seluruh alasan bupati memberhentikan saya, itu tidak benar. Kenapa setelah diberhentikan, bupati membentuk tim investigasi, kenapa tidak sebelum itu," ungkapnya.
Sebelumnya, Achmad melalui Budhia Kasino, Kepala BPMPD Rohul mengakui pemberhentian sementara terhadap Kades Air Panas dikuatkan adanya tiga laporan yang masuk soal dugaan penjualan tanah melibatkan nama pemimpin desa setempat.(rdr/rtc)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Reses di Kampar Utara, Ramli Minta Pemkab Gerak Cepat Tindak Lanjuti Aspirasi Warga
Radarpekanbaru.Com - Anggota DPRD Kabupaten Kampar D.
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
SIAK — Perayaan ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Si.
Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
PEKANBARU — Nama Gibra Hazell Alvaro menjadi salah satu atlet muda asal Riau y.
Fraksi PKB Inisiasi Ranperda Perlindungan Data Pribadi, Bapemperda DPRD Kampar Mulai Bahas Naskah Akademik
Radarpekanbaru.com - Komitmen Fraksi Partai Kebangki.
Voting Sengit di Musda SPS Aceh, Muktarrudin Menang Selisih Satu Suara
BANDA ACEH – Musyawarah Daerah (Musda) III Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh berlangsung penuh.
SPS Riau Matangkan Persiapan Bimtek dan Rakerda di Kepri
PEKANBARU — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mulai mempersiapkan pelaksanaan.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








