• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3072 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3046 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3031 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3029 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3030 Kali

  • Home
  • Riau

Ternyata Ada yang Berani Korupsi Minyak Milik Polda di Riau

Redaksi Radarpku

Senin, 14 November 2016 13:47:47 WIB
Cetak
Ternyata Ada yang Berani Korupsi Minyak Milik Polda di Riau
ilustrasi

RADARPEKANBARU.COM - Pesan singkat dari seorang anak buah menjadi pemicu kemarahan Sang Jenderal, dan menguak dugaan penggelapan bahan bakar di Kepolisian Daerah Riau. Kerugian negara diperkirakan mencapai ratusan juta, dan disinyalir turut melibatkan oknum polisi sendiri.

Kemana minyak untuk polisi itu menguap?

"Sudahlah (alokasi) sedikit, masih ada yang meminumnya (curi). Saya minta ini diusut," tegas Kapolda Riau Brigjen Pol. Zulkarnain Adinegara kepada Antara di Pekanbaru pada awal November 2016.

Pria berdarah Sumatera Selatan itu masih ingat telepon selulernya berdering menandakan ada pesan singkat (SMS) yang masuk. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah ia menjabat Kapolda Riau mulai 1 Oktober lalu.

Isi SMS tersebut melaporkan kenapa bahan bakar minyak (BBM) untuk jajaran Polda Riau sering habis. Akibatnya, operasional sebagian besar satuan kerja kerap terganggu. Jenderal bintang satu itu pun langsung memerintahkan agar kasus itu diusut.

"Jujur saya eneg (marah) karena ada laporan ini," katanya.

Zulkarnain sepertinya tidak main-main untuk menyelidiki kasus ini. Ia memerintahkan pembentukan Tim Terpadu yang terdiri dari Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Bidang Profesi dan Pengamanan, Inspektorat Pengawasan Daerah serta Bidang Hukum Polda Riau. Tim Terpadu tersebut dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Surawan.

Susunan tim terpadu dengan jelas menggambarkan ada indikasi kuat keterlibatan oknum polisi dibalik kasus penggelapan minyak Polda Riau. "Kalau ada anggota saya terlibat, saya akan jadikan tersangka. Kalau ada anggota saya lalai, maka saya akan tetapkan hukuman etik profesi dan disiplin," tegasnya.

Di sisi lain, pujian lainnya pantas dialamatkan kepada mantan Kapolda Maluku Utara ini karena bertekad melindungi pengungkap masalah tersebut, dan memilih dirinya sendiri untuk menjadi pelapor. "Saya bertanya, jika saya melaporkan kasus ini apakah saya memiliki legal standing (memenuhi syarat hukum) ?. Jawabnya iya, maka saya pribadi yang melaporkan kasus ini," katanya.


Gerakan Sapu Bersih

Jatah BBM untuk operasional berada di bawah Bagian Pelayanan Markas (Yanma) Polda Riau. Dugaan penggelapan minyak polisi itu terjadi pada perusahaan yang dipercaya Polda Riau untuk menyimpan jatah BBM tersebut, yakni PT Kubang Jaya Sakti. Perusahaan itu merupakan pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kampar, Riau.

Kerja sama Polda Riau dan PT Kubang Jaya Sakti tertuang dalam surat perjanjian Nomor SPK/02/I/2016. Intinya adalah SPBU Kubang Jaya Sakti menyimpan dan mendistribusikan BBM untuk sejumlah Satuan Kerja (Satker) Polda Riau selama Januari hingga Desember 2016. Sebenarnya Polda Riau memiliki SPBU sendiri, yang berlokasi disamping Markas Brimob di Jalan KH Ahmad Dahlan, namun akibat keterbatasan tangki penyimpanan membuat Polda Riau melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk menyimpan BBM yang tak bisa ditampung itu.

Jajaran Polda Riau dapat mengisi di SPBU tersebut dengan cara menukar kupon. Untuk mobil jatahnya mencapai empat liter per hari, sedangkan untuk motor dua liter. Namun anehnya, SPBU Kubang Jaya Sakti telah kehabisan stok untuk Polda Riau sebelum saatnya.

Hasil penyelidikan awal ditemukan, bahwa selama Januari-September 2016 seharusnya BBM jenis Pertamax di SPBU Kubang Jaya Sakti yang disalurkan sebanyak 112.375 liter. Yang baru dipakai baru 61.000 liter berdasarkan kupon, namun sisanya sebanyak 51.375 liter hilang misterius atau tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Selain Pertamax, perusahaan tersebut juga dititipkan Solar sebanyak 93.248 liter. Selama periode yang sama, tercatat baru 80.000 liter yang telah digunakan. Sementara sisanya sebanyak 13.248 liter juga raib.

Akibatnya, negara bisa dirugikan sekitar Rp475 juta akibat dugaan penggelapan tersebut.  

Zulkarnain menduga kuat ada tindak kriminal dalam kasus ini karena hilangnya BBM itu tidak bisa masuk logika kalau terjadi akibat penyusutan atau penguapan secara alami.

"Bensin 29 ton sebulan bisa saja susut karena dititipkan dan pengangkutan, Tapi mestinya masih ada, misalkan menyusut empat ton, berati masih ada 25 ton. Tapi nyatanya, dalam kasus ini habis sebelum waktunya," ucap lelaki 55 tahun ini.

Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Surawan, selaku Ketua Tim Terpadu, menyatakan pihaknya telah memeriksa lima orang dari internal Polda Riau dan sejumlah karyawan SPBU Kubang Jaya. Namun, Surawan belum menjabarkan hasil pemeriksaan tersebut.

Surawan memastikan akan memeriksa serinci mungkin kasus dugaan penggelapan BBM tersebut. Terkait informasi jumlah BBM yang hilang, dia mengatakan masih perlu audit terlebih dahulu. Meski sudah muncul angka kerugian Rp475 juta, namun dia tidak ingin berasumsi dan menunggu hasil penyelidikan selesai dilaksanakan.

"Berapa banyak BBM yang dititipkan ke sana. Perjanjian seperti apa, kita masih dalami. Kita juga akan libatkan Pertamina untuk menyelidiki hal tersebut," ujarnya.

Surawan juga membenarkan penelusuran Antara, bahwa SPBU Kubang Jaya sebelumnya pernah bermasalah. Pada 2015 Polda Riau pernah menyegel SPBU tersebut atas dugaan penggelapan BBM. Kasus ini tidak jelas penyelesaian hukumnya, namun Polda Riau telah melakukan kerjasama penitipan BBM operasional pada awal 2016.

Surawan mengatakan fakta itu menjadi salah satu bahan penyelidikan Tim Terpadu untuk mengungkap dugaan penggelapan BBM tersebut. "Iya benar, kami akan dalami kenapa kerjasama dengan SPBU itu. Saya janji semuanya pasti terungkap," ujarnya.

Gebrakan yang dimotori Kapolda Riau kini menjadi perhatian publik. Banyak orang sangat berharap agar gebrakan itu bisa berjalan dengan konsisten supaya revolusi mental di institusi kepolisian bisa berjalan cepat.   

Masyarakat akan melihat kalau kasus penggelapan BBM di Polda Riau saja diusut dengan serius, apalagi kasus di luar Polda. "Kita tentu berharap kasus penggelapan BBM untuk Polda Riau ini diusut tuntas dan dibongkar ke akar-akarnya, sehingga semua yang terlibat bisa dibawa ke pngadilan," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane, ketika dihubungi Antara.

Semoga Kapolda Riau Brigjen Pol Zulkarnain Adinegara punya tekad baja untuk gerakan "sapu bersih" ini.

"Adanya gerakan sapu bersih membuat Polda Riau bisa menjadi sapu yang lebih bersih dalam melakukan penertiban dan pelanggaran hukum didaerahnya, karena sudah menertibkan pelanggaran-pelanggaran diinternalnya. Sehingga kalau Polda mau melakukan operasi tangkap tangan, masyarakat akan mendukung dan tidak mencemoohnya," pungkas Neta S. Pane. (*)


/ANTARA/

Oleh: FB Anggoro & Anggi Romadhoni
 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:40:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ma.

Riau

11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:33:25 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Personel Satuan Reserse Krimina.

Riau

Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:17:55 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dalam rangka menyambut Hari Ula.

Riau

Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:13:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Rencana pembangunan Flyover Sim.

Riau

Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:49:25 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Momen kebersamaan Kapolda Riau .

Riau

PUPR Pekanbaru Gesa Normalisasi Drainase Awal Bross, Genangan Ditargetkan Berkurang

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:28:36 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital
25 Juli 2026
China Kecam Tarif Baru AS, Peringatkan Bahaya Perang Dagang
25 Juli 2026
Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
24 Juli 2026
11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
24 Juli 2026
Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
24 Juli 2026
Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
24 Juli 2026
Begini Islam Mengajarkan Umat Mencintai Lingkungan dan Seluruh Makhluk
24 Juli 2026
Usut TPPU Febrie Adriansyah hingga Lingkaran Kekuasaan
24 Juli 2026
Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel
24 Juli 2026
Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri
23 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital
  • 2 China Kecam Tarif Baru AS, Peringatkan Bahaya Perang Dagang
  • 3 Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
  • 4 11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
  • 5 Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
  • 6 Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
  • 7 Begini Islam Mengajarkan Umat Mencintai Lingkungan dan Seluruh Makhluk

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com