Pesimis Target Pajak 2015 Tercapai
Dispenda Pekanbaru menargetkan pajak Rp 500 miliar, masih ada Rp 250 miliar yang belum terserap
RADARPEKANBARU.COM- Jelang akhir tahun, pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Pekanbaru masih 50 persen dari sektor pajak. Padahal tahun 2015 ini, Dispenda menargetkan Rp 500 miliar, masih ada Rp 250 miliar yang belum terserap.
Hal tersebut disampaikan Kadispenda Pekanbaru, Yuliasman kepada wartawan. , Kamis (05/11/2015).
"Sekarang masih diangka 50 persen," katanya
Yuliasman menuturkan dari sebelas sektor pajak, hanya ada tiga yang memiliki tren positif. Dominan perolehan pajak kita berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Pajak Penerang Jalan (PPJ). Sedangkan sektor lain terutama jasa seperti pajak hiburan, restoran dan hotel minim. "Itu karena kabut asap kemarin, sehingga tingkat kunjungan turun drastis. Belum lagi faktor kelesuan ekonomi yang memberi dampak global," tuturnya.
Sebelas pajak yang diperoleh, selain BPHTB, termasuk pajak reklame, hiburan, pajak galian C, Burung Walet.
Saat ditanya apakah target Rp 500 miliar tercapai, Yuliasman tidak bisa memastikan. "Kalau sampai akhir tahun hitungan kita sekitar 60 persen atau 70 persen. Bukan pesimis sebenarnya, tetapi kita melihatnya lebih realistis. Tetapi kalau tren bayarnya terus meningkat," sebutnya.
Yuliasman optimis perolehan pajak masih bisa dioptimalkan. Hal itu didukung dengan kebijakan-kebijakan nasional yang telah dikeluarkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.
"Kita akan terus jemput bola. Seperti membuka pelayanan bayar pajak di UPTD dan Sabtu hingga Minggu. Dan tim kita tiap harinya terus turun ke objek-objek pajak, karena membayar kewajiban sebagai warga negara," katanya. (*/BPC)
Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang
Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.
RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung
Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.
Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas
Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.
Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.
KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.








.jpg)