Berjam-jam Tak Pulang, Gadis Belasan Tahun di Pekanbaru Diculik dan Diperkosa
RADARPEKANBARU.COM-Seorang gadis belasan tahun di Pekanbaru menjadi korban penculikan dan Pemerkosaan. Pelaku diduga merupakan orang yang kenal dekat dengan korban.
RA hanya bisa menangis dihadapan sang ibu sambil menceritakan kejadian asusila yang dialaminya. Sebelum kembali kepelukan sang ibu, gadis remaja yang masih berusia 16 tahun itu diculik oleh MN, pria yang diduga sangat mengenalnya, Agustus 2015 lalu. Saat itu, korban juga dibawa oleh pelaku ke rumahnya di Perum Primkopad, Jalan Purwodadi Panam, Kecamatan Tampan. Parahnya, di rumah tersebut, pelaku bahkan tega memperkosa korban.
Peristiwa penculikan anak dibawah umur sekaligus pemerkosaan yang dialami korban tersebut dibenarkan oleh Wakasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Bambang Dewanto. Ibunda korban, Zarnina (47) juga telah melapor ke Mapolsek Tampan, Senin (31/08/15) pukul 16.45 WIB sore kemaren.
"Laporannya masih dalam penyelidikan. Diduga kuat pelaku merupakan orang yang kenal dekat dengan korban," kata Bambang kepada wartawan, Selasa (01/09/15).
Dijelaskan Bambang, berdasarkan laporan yang diterimanya dari Polsek Tampan, kejadian memilukan itu sendiri berawal ketika ibunda korban khawatir dengan keberadaan anaknya yang tak kunjung pulang ke rumah. Sekitar pukul 19.00 WIB malam, sang ibu lalu menelpon nomor seluler anaknya, namun sama sekali tak diangkat. Dengan rasa was-was, ia pun setia menunggu kabar dari anaknya tersebut.
Disaat sedang menunggu kepulangan anaknya itu, tiba-tiba saja handphonenya kembali berdering. Begitu diangkat, ia pun semakin khawatir karena yang berbicaranya dengannya bukanlah buah hatinya, melainkan si pelaku. Kepada ibu korban, pelaku mengatakan jika anaknya aman bersamanya.
"Beberapa jam setelahnya, pukul 22.00 WIB, korban kembali pulang dengan keadaan selamat. Tapi korban terus menangis sambil menceritakan semua peristiwa yang dialaminya. Dari cerita korban itulah, ibunya baru tahu kalau anaknya sempat diculik oleh pelaku, kemudian dibawa paksa ke TKP. Sesampainya di TKP, pelaku juga menutup mulut korban dan memaksanya melakukan hubungan suami istri. Pelaku masih kita cari," urainya panjang lebar.(rtc)
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








